![]() |
| sumber gambar |
Jangan Terkecoh dengan Hal-Hal Kecil Yang Menghalangi Kesuksesaan
Sekali lagi, harus saya akui dan mungkin ini adalah pengakuan saya yang akan terus berulang-ulang sampai nantik pada artikel yang akan saya buat selanjutnya. pengakuan tentang apa? yaps, pengakuan tentang bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. berjuang sampai kapan? saya rasa dan faktanya kita harus terus berjuang selama kita masih bernafas, kecuali nantik pada saat kita sudah tidak lagi dapat bergerak dan terhentinya sudah hasrat kita untuk melakukan apapun itu.
Dalam perjalanan kita berjuang dalam hidup ini tentunya semua tidaklah akan semulus jalan tol yang hanya beberapa kilo itu. ibarat jalan saja pasti akan ada beloknya, lubang, jembatan, dan mungkin akan terasa licin. maka pandai-pandailah mewas diri, jangan sampai terlalu tergelincir kedalam lubang yang dalam. kalau hanya terpeleset saja itu hal yang wajar anggap saja anda sedang dalam proses belajar.
Sntai, kunci pertama jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan dan bersikap. terkadang apa kita kerjaan yang menurut kita sudah sesuai dengan kaidah dan aturan belum tentu di mata orang lain benar. jadi wajar saja jika kita akan selalu salah di mata orang lain. tapi jangan sampai terkecoh dan panas hati, sabar dan berpikir panjang.
Masalah kehidupan tidak akan pernah bisa di basmi dengan tuntas, sampai ke akarnya. kan selalu ada ranting-ranting kecil yang menghalanginya tapi apalah daya kita untuk menyingkirkan bisa-bisa malah kita tertusuk durinya. baiknya kita hindari saja bisa terasa berat bagi kita untuk menyingkirkan ranting-ranting berduri tersebut.
Jangan mengandalkan emosi dan amarah untuk melawan siapapun yang ingin mengacau perasaan kita. justru kalau kita bisa mengontrol emosi kita maka kita akan menjadi pemenangnya. biarkan saja orang-orang tak bermasa depan yang akan menggunjing kita, kita jalan saja menuju masa depan yang menjadi tujuan kita. ketahuilah bahwa faktanya orang-orang hobby mengoreksi kehidupan orang lain bukan berarti dia paling benar, sebaliknya bisa jadi dia lebih buruk dari kita. jadi jangan merasa sangat buruk bila di koreksi atau di nyiyiri ambil hikmahnya yaitu dengan cara menjadikan pelajaran untuk kedepan agar kehidupan kita lebih baik lagi dan menjadi semakin baik. intiknya jangan sampai kita terkecoh dengan hal-hal kecil yang dapat mengganggu kita menuju kesuksesaan.
Salam sejahtera dan sukses dari saya, seorang pejuang kehidupan yang mencoba menjadi sabar dan tangguh dalam menghadapi kehidupan. jangan ragu dalam bertindak dan berbuat.
Jangan Terkecoh dengan Hal-Hal Kecil Yang Menghalangi Kesuksesaan
By Unknown
Habis Putus, Galau? Nasehat dan 5 Langkah Tepat untuk Move On Segera - Kegalauan terkadang begitu menyiksa untuk kita rasakan. Apalagi galau kerena putus cinta, padahal kita masih begitu menyayanginya. Itu akan menimbulkan sakit yang tak dimengerti, serta luka yang tak berdarah, namun begitu menyakitkan. Tanpa sadar, kegalauan itu berakibat buruk di kehidupan kita. Sering melamun, menyendiri, emosional, dan sebagainya adalah akibat buruk dari kegagalan kita untuk menghilangkan rasa galau tersebut.
"Putus Bikin Galau?" via MuslimBaper.web.id
Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan kita galau?
Begini...
Kalau kita pikir dengan akal sehat sesuai dengan logika Islam, tidak logis jika kita galau karena terlepas dari kebiasaan bermaksiat (dalam hal ini adalah pacaran). Justru kita seharusnya merasa bahagia dan enjoy setelah semua hubungan gelap ini berakhir.
Tapi, kenapa kita malah galau? Apa akal kita sedang tidak sehat, atau gimana?
Bisa jadi. Akal kita terkadang sudah terpenuhi dengan polusi, sehingga mindset hidup kita bergeser lebih dari 90 derajat dari panduan hidup yang Allah tetapkan. Kita sudah terlanjur menciptakan pola pikir, bahwa berpisah dengan si dia akan membawa kesedihan. Itu mindset yang kita ciptakan sendiri, so don't blame the other person!
"Saya tidak punya mindset seperti itu kok!"
Mindset itu terbentuk tanpa kita sadari, dan semakin menguat karena rangsangan-rangsangan yang mendukungnya saat proses PDKT hingga pacaran. Bukankah orang Jawa punya paribahasa, "witing tresno jalaran soko kulino" yang berarti rasa cinta timbul karena kebiasaaan. Kebiasaan ketemu, ngobrol, chatingan, telponan, jalan bareng, hingga saling merindu, itu semua adalah kebiasaan yang merangsang terbentukya mindset "dia yang membuatku bahagia, tanpanya yang ada hanya kesedihan". Dan sekali lagi, mindset ini kita ciptakan tanpa kita menyadarinya, dan baru terasa ketika hubungan tersebut berakhir (alias putus).
Sudah Tahu Penyebab Galau, Lalu Bagaimana Mengatasinya?
We make simple, 5 cara ini akan membantumu menghilangkan galau dan mempercepat move on-mu, do this :
1. Hancurkan Mindset
Kita sudah tahu bahwa galau muncul karena mindset salah tentang kebahagiaan bersama si dia. Ingat, ini berbanding lurus! Semakin kuat mindsetmu ini, semakin besar pula kegalauanmu. Maka untuk menghentikan rasa galau tersebut, hancurkan dulu mindsetmu.
Bagaimana caranya?
Cara menghancurkan mindset itu adalah dengan menghentikan rangsangan-rangsangan yang membentuknya. Stop membayangkan dia, hapus semua history chat, telepon, dan apapun tentangnya, jangan nonton drama-drama romantica dan jangan mendengarkan musik-musik melankolis tentang putus cinta. Tutup dirimu dari hal-hal negatif ini. Memang sulit di awal, oleh karena itu gabungkan cara ini dengan ke-empat cara berikutnya.
Catatan : Jangan Takut Menjadi Mantan!
2. Remember Allah
Ingat Allah! Karena ini adalah cara yang paling ampuh untuk mengobati kegalauanmu.
Allah Ta'ala berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: Ayat 28)
Ingat bahwa Allah itu dekat dan ingat bahwa tidak mungkin seseorang yang datang kepada Allah pulang dalam kondisi kecewa. Allah melarang pacaran, maka ingatlah bahwa kondisimu saat ini adalah yang Allah ridhoi, sehingga tidak ada alasan untukmu bersedih.
Mengingat Allah juga bukan hanya dalam pikiran kita, namun harus dengan lisan dan perbuatan kita. Ganti read chatmu menjadi read Qur'an, dan minimalisir dosa serta maksimalkan kebaikan. Rumus move on : Lupakan dia, ingatlah Dia!
3. Bergabung dalam Perjuangan Islam
Alihkan kegalauanmu dengan ikut membantu berjuang untuk agama Islam. InsyaaAllah, dengan terjun ke dalam perjuangan ini, perasaanmu akan teralihkan dari yang tidak bermanfaat. Kamu juga bisa berjumpa dengan orang-orang tangguh yang turut berjuang dan memberimu semangat serta mindset positif.
Allah Ta'ala berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: Ayat 7)
4. Baca Kisah Para Pahlawan Islam
Ada banyak ibrah (pelajaran) yang dapat kita ambil dengan membaca dan merenungi kisah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat, serta ulama-ulama Islam. Lihatlah bagaimana mereka berjuang, dan menyikapi semua permasalahan hidup dengan cara yang indah.
Masalah cinta, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam serta para sahabat juga pernah mengalaminya, namun mereka punya cara untuk menghadapinya tanpa kegalauan, baper berkepanjangan, dan cerita-cerita putus cinta semacam drama korea. Ini yang harus kita contoh, karena kita muslim dan punya cara berpikir lebih dewasa. Galau, adalah hal sepele yang akan dengan mudah kita hadapi.
Baca yang menginspirasi : Kisah Cinta dan Pengorbanan Khadijah
5. Temukan Hobi Positif
Kita pasti punya hobi yang jika kita tekuni akan bermanfaat untuk diri kita sendiri. Mungkin menulis, membaca, masak, olahraga, dsb. Kerjakan hobimu (yang bernilai positif) dengan senang hati, dan abaikan kegalauanmu.
Manfaatkan hobimu, itu bisa menjadi hal yang kita banggakan di masa depan. Untung bagi kita, daripada 'spaneng' dengan perasaan yang tidak harus kita rasakan.
Terakhir yang harus kita camkan, bahwa kegalauan itu wajar selama kita mampu mengendalikannya dan mengarahkan ke hal yang positif. Jangan biarkan kegalauanmu menguasai dan menjatuhkanmu, move on and keep your ways in the right!
- - - - - - -
Diselesaikan di Panggul, Trenggalek pada malam hari yang dingin tanggal 19 Syaban 1439 H.
Penulis : Rizki Janata.
Artikel MuslimBaper.web.id, terinspirasi dari buku Udah Putusin Aja karya Felix Yanwar Siauw.
Habis Putus, Galau? Nasehat dan 5 Langkah Tepat untuk Move On Segera
By Unknown
Tips Menjadi Pejuang Sosmed Fii Sabilillah
Assalamu'alaikum
Di era digital sekarang ini, banyak sekali bermunculan social media (sosmed) yang memudahkan seseorang berinteraksi dengan orang lain, tanpa mengenal waktu dan tempat. Tak heran, banyak manusia sekarang yang setiap hari sibuk dengan sosmed yang ia miliki. Seakan-akan jika kita tidak ada di sosmed, itu berarti kita tidak eksis di muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia zaman now ini dituntut untuk bisa memanfaatkan sosmed dengan sebaik-baiknya.
Islam tidak melarang kita menggunakan sosmed, asal kita menggunakannya dengan bijak, dalam artian tidak melanggar syari'at agama dan tidak pula melalaikan dari kewajiban kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Apa itu pejuang sosmed fii sabilillah?
Ini adalah istilah yang sering digunakan bagi mereka yang aktif bersocial media untuk bar-amar ma'ruf nahi munkar (berdakwah). Sebagai bentuk sikap praksis terhadap firman Allah:
Tips Pejuang Sosmed Fii Sabilillah
1. Ikhlas dan Istiqomah
Ikhlas adalah langkah awal kita dalam melakukan segala sesuatu yang baik lagi bermanfaat. Gagal dalam langkah awal ini, berarti kegagalan total untuk apa yang kita kerjakan. Pejuang sosmed fii sabilillah harus memiliki rasa ikhlas ini dalam setiap aktifitasnya membagikan nilai-nilai ajaran Islam. Bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan manusia lain, tapi harus ikhlas untuk meraih ridho Allah Ta'ala.
Ikhlas juga kemudian harus dibarengi dengan istiqomah. Tidak akan berhenti hanya kerena tidak mendapat like yang banyak, atau karena komentar orang lain yang menyakitkan dada. Karena dari awal, ia sadar melakukan ini hanya untuk menyebarkan agama Allah, maka apapun hambatannya tidak akan membuat ia gentar. Ikhlas dan istiqomah inilah, yang akan menjadi syarat menggapai khusnul khatimah, insyaaAllah.
Maka murnikan niatmu, lalu teguhkan langkahmu. InsyaaAllah, tidak akan sia-sia usahamu, karena Allah yang akan langsung menjamin hidupmu, di dunia juga di akhirat nanti.
2. Berhati-hati
Tips berikutnya ialah berhati-hati, dalam menerima dan membagikan. Karena semakin hari, semakin banyak informasi bohong (hoax) di sosmed manapun. Maka kita dituntut untuk berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan mudah menyebarkan, meski informasi itu mencatut nama Allah, Nabi, dan ulama. Cek dahulu kebenarannya, karena bisa jadi itu adalah fitnah yang disebarkan oleh orang-orang kafir, munafik, ataupun orang-orang fasik.
Jadi pastikan dahulu informasi tersebut benar ya sahabat. Lalu, ketika informasi tersebut memang benar, apakah boleh dibagikan? Tidak informasi (meskipun benar) bisa dibagikan. Pejuang sosmed fii sabilillah, hendaknya hanya menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat. Jika hanya benar saja namun tidak bermanfaat, untuk apa? Tidaklah berguna informasi yang kita bagikan.
Maka pastikan kita berhati-hati, dan menyaring setiap informasi yang kita dapatkan.
3. Hindari debat
Dalam berdakwah di social media, akan sangat mungkin kita mendapatkan komentar yang kontradiktif dengan apa yang kita sampaikan. Komentar protes, ketidak setujuan, bahkan komentar yang menyakiti hati bisa saja kita dapatkan. Inilah resiko dakwah yang harus siap kita terima dengan lapang dada. Jangan menanggapi komentar dengan arogan, sehingga menimbulkan perdebatan, caci memaki, dan permusuhan. Tanggapi dengan bijak, sebisanya kita jelaskan. Namun jika masih tetap saja tidak mau menerima, biarkanlah saja. Jangan lagi ditanggapi. Karena dakwah bukan untuk disukai, tapi untuk menyampaikan kebenaran. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Itulah tips yang bisa kita lakukan dalam berdakwah di social media. Mari menjadi pejuang sosmed fii sabilillah dengan cerdas dan bijak. InsyaaAllah, itu akan menjadi amal jariyah untuk kita semua.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Di era digital sekarang ini, banyak sekali bermunculan social media (sosmed) yang memudahkan seseorang berinteraksi dengan orang lain, tanpa mengenal waktu dan tempat. Tak heran, banyak manusia sekarang yang setiap hari sibuk dengan sosmed yang ia miliki. Seakan-akan jika kita tidak ada di sosmed, itu berarti kita tidak eksis di muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia zaman now ini dituntut untuk bisa memanfaatkan sosmed dengan sebaik-baiknya.
Islam tidak melarang kita menggunakan sosmed, asal kita menggunakannya dengan bijak, dalam artian tidak melanggar syari'at agama dan tidak pula melalaikan dari kewajiban kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Apa itu pejuang sosmed fii sabilillah?
Ini adalah istilah yang sering digunakan bagi mereka yang aktif bersocial media untuk bar-amar ma'ruf nahi munkar (berdakwah). Sebagai bentuk sikap praksis terhadap firman Allah:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ ٓ ۚ أُولٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah: 71)
1. Ikhlas dan Istiqomah
Ikhlas adalah langkah awal kita dalam melakukan segala sesuatu yang baik lagi bermanfaat. Gagal dalam langkah awal ini, berarti kegagalan total untuk apa yang kita kerjakan. Pejuang sosmed fii sabilillah harus memiliki rasa ikhlas ini dalam setiap aktifitasnya membagikan nilai-nilai ajaran Islam. Bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan manusia lain, tapi harus ikhlas untuk meraih ridho Allah Ta'ala.
Ikhlas juga kemudian harus dibarengi dengan istiqomah. Tidak akan berhenti hanya kerena tidak mendapat like yang banyak, atau karena komentar orang lain yang menyakitkan dada. Karena dari awal, ia sadar melakukan ini hanya untuk menyebarkan agama Allah, maka apapun hambatannya tidak akan membuat ia gentar. Ikhlas dan istiqomah inilah, yang akan menjadi syarat menggapai khusnul khatimah, insyaaAllah.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِى كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat: 30)
2. Berhati-hati
Tips berikutnya ialah berhati-hati, dalam menerima dan membagikan. Karena semakin hari, semakin banyak informasi bohong (hoax) di sosmed manapun. Maka kita dituntut untuk berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan mudah menyebarkan, meski informasi itu mencatut nama Allah, Nabi, dan ulama. Cek dahulu kebenarannya, karena bisa jadi itu adalah fitnah yang disebarkan oleh orang-orang kafir, munafik, ataupun orang-orang fasik.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًۢا بِجَهٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
(QS. Al-Hujurat: 6)
"Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar."
(HR. Muslim no. 5)
Maka pastikan kita berhati-hati, dan menyaring setiap informasi yang kita dapatkan.
3. Hindari debat
Dalam berdakwah di social media, akan sangat mungkin kita mendapatkan komentar yang kontradiktif dengan apa yang kita sampaikan. Komentar protes, ketidak setujuan, bahkan komentar yang menyakiti hati bisa saja kita dapatkan. Inilah resiko dakwah yang harus siap kita terima dengan lapang dada. Jangan menanggapi komentar dengan arogan, sehingga menimbulkan perdebatan, caci memaki, dan permusuhan. Tanggapi dengan bijak, sebisanya kita jelaskan. Namun jika masih tetap saja tidak mau menerima, biarkanlah saja. Jangan lagi ditanggapi. Karena dakwah bukan untuk disukai, tapi untuk menyampaikan kebenaran. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Aku akan menjamin sebuah rumah di tepi surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan kedustaan walaupun dia sedang bergurau. Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi siapa saja yang berakhlak baik."
(HR. Abu Daud no. 4800)
Itulah tips yang bisa kita lakukan dalam berdakwah di social media. Mari menjadi pejuang sosmed fii sabilillah dengan cerdas dan bijak. InsyaaAllah, itu akan menjadi amal jariyah untuk kita semua.
”Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
(HR. Muslim no. 1893)
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Tips Menjadi Pejuang Sosmed Fii Sabilillah
By Unknown
Jangan Takut Menjadi Mantan!
Assalamu'alaikum
Dalam dunia gelap pacaran, tidaklah afdhol kalau tidak ada yang namanya mantan. Suatu title yang mungkin tidak diharapkan, tapi hampir semua yang berpacaran pasti akan menerimanya. Title yang disahkan saat wisuda patah hati, dengan iringan lagu Kenangan Terindah sebagai soundtracknya. Itulah realita pacaran yang sungguh "membanggakan".
Mantan, orang yang dulu spesial dan selalu dirindukan, tapi kini tak lagi diharapkan karena cinta yang entah kemana perginya. Mungkin berat, tapi inilah resiko yang sejak awal sedia ia terima. Ya, setiap orang yang memulai berpacaran, tahu akan resiko ini. Ia tahu bahwa tidak ada yang bisa menjamin hubungannya akan langgeng sampai pelaminan, dan akan sangat mungkin berakhir dengan menyandang status "mantan". Tapi aneh, entah apa yang dipikirkan, ia tetap saja mau membangun hubungan haram itu. Seakan-akan lupa dengan resiko besar dan kehinaan yang menanti di depan. Lagi, itulah realita pacaran yang sangat, sangat, dan sangat "membanggakan".
Sebagai sebuah resiko, kebanyakan pelaku pacaran akan takut jika harus berakhir dengan status mantan (meski ada yang malah bangga dan mengoleksi status ini). Tapi dalam Islam, untuk mereka yang sudah terlanjur berpacaran, sangat dianjurkan dan diwajibkan untuk mereka agar segera mengambil status ini. Bukan apa-apa, tapi memang inilah yang terbaik. Karena coba kita pikirkan, sampai kapan kita mau terus menerus menimbun dosa akibat pacaran? Sampai kapan kita mau digalaukan gara-gara urusan pacar yang tiada kabar? Sampai kapan hidup kita terpasung dengan ikatan yang jelas keharamannya? Sampai kapan kita rela menanggalkan kehormatan demi orang yang belum tentu menjadi jodoh kita? Sampai kapan kita terus seperti itu?
Tidakkah kita sadar, bahwa tidak mungkin Allah melarang kita melakukan sesuatu, jika memang itu baik untuk kita lakukan. Allah melarang, sebab Ia tahu itu buruk untuk kita. Pacaran tidak meninggalkan sesuatu kecuali keburukan dan kehinaan. Lihat mereka yang kehilangan kehormatan, stress, dan bahkan ada yang sampai bunuh diri gara-gara pacaran. Dan wallahi, tidak ada yang menjamin kita tidak akan menjadi seperti mereka. Itulah kenapa Allah melarang pacaran. Jadi di sini kita tegaskan untuk yang sudah terlanjur berpacaran, jangan takut untuk menjadi mantan! Secepatnya engkau putuskan, sebelum hari ini habis dan engkau masih dalam ruang kenistaan.
Ingatlah sabda Nabi kita tercinta, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:
Allah akan mengganti dia dengan yang lebih baik, tatkala engkau meninggalkannya karena Allah subhanahu wa ta'ala. Tak perlu risau, beranilah bertaruh untuk Allah. Hari ini engkau melepas, suatu saat pasti engkau akan mendapat yang jauh istimewa. Bisa jadi dia yang akan datang, dengan keadaan yang lebih baik tentunya. Karena tidak mungkin Allah akan mengecewakan hamba yang berani bertaruh untuk-Nya.
Mantan memang bukan status yang membanggakan, tapi itulah jalan untuk mengambil kembali kehormatan yang sebelumnya kita buang. Itulah cara untuk kembali meraih ridho-Nya, dan itulah yang utama untuk kebahagiaan kita.
Jadilah mantan terhormat, yang memilih meninggalkan untuk senyum Sang Pencipta, yang tak akan menyesal karena tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik penjamin hidup kita. Meski mungkin hari itu engkau menangis karenanya, tapi nanti pasti engkau akan senyum berseri dan berbahagia. So, jangan takut untuk menjadi mantan!
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Dalam dunia gelap pacaran, tidaklah afdhol kalau tidak ada yang namanya mantan. Suatu title yang mungkin tidak diharapkan, tapi hampir semua yang berpacaran pasti akan menerimanya. Title yang disahkan saat wisuda patah hati, dengan iringan lagu Kenangan Terindah sebagai soundtracknya. Itulah realita pacaran yang sungguh "membanggakan".
Mantan, orang yang dulu spesial dan selalu dirindukan, tapi kini tak lagi diharapkan karena cinta yang entah kemana perginya. Mungkin berat, tapi inilah resiko yang sejak awal sedia ia terima. Ya, setiap orang yang memulai berpacaran, tahu akan resiko ini. Ia tahu bahwa tidak ada yang bisa menjamin hubungannya akan langgeng sampai pelaminan, dan akan sangat mungkin berakhir dengan menyandang status "mantan". Tapi aneh, entah apa yang dipikirkan, ia tetap saja mau membangun hubungan haram itu. Seakan-akan lupa dengan resiko besar dan kehinaan yang menanti di depan. Lagi, itulah realita pacaran yang sangat, sangat, dan sangat "membanggakan".
Sebagai sebuah resiko, kebanyakan pelaku pacaran akan takut jika harus berakhir dengan status mantan (meski ada yang malah bangga dan mengoleksi status ini). Tapi dalam Islam, untuk mereka yang sudah terlanjur berpacaran, sangat dianjurkan dan diwajibkan untuk mereka agar segera mengambil status ini. Bukan apa-apa, tapi memang inilah yang terbaik. Karena coba kita pikirkan, sampai kapan kita mau terus menerus menimbun dosa akibat pacaran? Sampai kapan kita mau digalaukan gara-gara urusan pacar yang tiada kabar? Sampai kapan hidup kita terpasung dengan ikatan yang jelas keharamannya? Sampai kapan kita rela menanggalkan kehormatan demi orang yang belum tentu menjadi jodoh kita? Sampai kapan kita terus seperti itu?
Tidakkah kita sadar, bahwa tidak mungkin Allah melarang kita melakukan sesuatu, jika memang itu baik untuk kita lakukan. Allah melarang, sebab Ia tahu itu buruk untuk kita. Pacaran tidak meninggalkan sesuatu kecuali keburukan dan kehinaan. Lihat mereka yang kehilangan kehormatan, stress, dan bahkan ada yang sampai bunuh diri gara-gara pacaran. Dan wallahi, tidak ada yang menjamin kita tidak akan menjadi seperti mereka. Itulah kenapa Allah melarang pacaran. Jadi di sini kita tegaskan untuk yang sudah terlanjur berpacaran, jangan takut untuk menjadi mantan! Secepatnya engkau putuskan, sebelum hari ini habis dan engkau masih dalam ruang kenistaan.
Ingatlah sabda Nabi kita tercinta, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”
(HR. Ahmad no. 363)
Allah akan mengganti dia dengan yang lebih baik, tatkala engkau meninggalkannya karena Allah subhanahu wa ta'ala. Tak perlu risau, beranilah bertaruh untuk Allah. Hari ini engkau melepas, suatu saat pasti engkau akan mendapat yang jauh istimewa. Bisa jadi dia yang akan datang, dengan keadaan yang lebih baik tentunya. Karena tidak mungkin Allah akan mengecewakan hamba yang berani bertaruh untuk-Nya.
Mantan memang bukan status yang membanggakan, tapi itulah jalan untuk mengambil kembali kehormatan yang sebelumnya kita buang. Itulah cara untuk kembali meraih ridho-Nya, dan itulah yang utama untuk kebahagiaan kita.
Jadilah mantan terhormat, yang memilih meninggalkan untuk senyum Sang Pencipta, yang tak akan menyesal karena tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik penjamin hidup kita. Meski mungkin hari itu engkau menangis karenanya, tapi nanti pasti engkau akan senyum berseri dan berbahagia. So, jangan takut untuk menjadi mantan!
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Jangan Takut Menjadi Mantan!
By Unknown
Pacar dan Gorengan, Sama Tapi Tak Serupa
Assalamu'alaikum
Sahabat Baperian, bagaimana kabarmu? Sehat kan? Alhamdulillah. Dan bagi sahabat yang sampai membaca tulisan ini masih memiliki pacar, penulis tanyakan juga bagaimana kabar pacarmu? Semoga sehat selalu ya, dan semoga diberi hidayah secepatnya sebelum terlambat, karena makin hari kita semua tahu ajal makin dekat, dan mustahil salah alamat (bukannya nakut-nakutin, cuma ngingetin aja). Lalu, buat sahabat yang hari ini masih nge-jomblo, semoga sehat selalu dan istiqomah hingga bertemu. Bertemu siapa? Pasti bertemu dengan dia yang spesial, yang juga ber-azzam untuk menjaga kesucian. InsyaaAllah.
Sahabat, di negara kita Indonesia, begitu banyak makanan yang bisa kita temukan. Berbagai jenis mulai dari Sabang sampai Merauke, ribuan makanan khas dan tak terhitung lagi makanan kreasi dari masa ke masa, semuanya melengkapi kehidupan kita setiap harinya. Termasuk yang bisa kita sebutkan adalah gorengan.
Gorengan, makanan merakyat dari desa sampai kota, dari pinggir jalan sampai dalam restoran, dari mulai pagi hingga malam, ada saja kita temukan makanan yang satu ini. Yah, begitu banyaknya kita jumpai, sama banyaknya dengan orang pacaran yang tiap hari kita temui.
Pacar dan Gorengan, Sama....
Gorengan, makanan yang akan kita rindukan saat kita sudah lama tak mencicipinya, sama dengan pacar yang kita rindukan setelah sekian lama tiada kabar (semoga masih hidup).
Gorengan, banyak jenis yang bisa kita pilih, mulai dari bakwan goreng, pisang goreng, risoles goreng, tahu goreng, dan lain-lain. Sama dengan pacar yang bisa kita pilih spesiesnya, mulai dari spesies tukang ojek (tiap hari siap sedia antar-jemput), customer service (24 jam siap diajak ngobrol), bodyguard (siap melindungi kapanpun dimanapun), sampai spesies preman Tanah Abang (senggol dikit bacok), dan banyak lagi spesies-spesies pacar yang bisa kita pilih, tentu tergantung selera kita (bisa ditambah bawang goreng biar tambah nikmat).
Gorengan, nikmat sih, asal tidak kebanyakan makannya. Sama dengan pacar, asik dan menyenangkan, tapi percayalah semakin banyak waktu yang kita habiskan bersamanya, semakin pedih pula hidup kita nantinya.
Gorengan, ada kalanya kita bosan dan memilih makanan lainnya. Sama dengan pacar, semakin hari akan semakin muncul rasa bosan, dan tanpa sadar kita mulai melirik yang lainnya.
Banyak Kesamaannya, Tapi Tak Serupa!
Malam minggu bareng gorengan, It's Oke! Tapi malam minggu bareng pacar, naudzubillah. It was a big problem for you! Keep away!
Hari ini makan gorengan, besoknya ganti makan bakso, lusa ganti makan mie ayam, tidak ada yang melarang. Tapi kalau pacar? Hangout sama teman dikira selingkuhan, lalu putus terus menyimpan dendam. Nggak ah, pilih gorengan aja!
Gorengan mungkin hal sederhana, tapi setidaknya ia tidak pernah PHP dan pasti mengenyangkan. Tapi pacar, dari awal banyak gombalan, janji, dan harapan, giliran diajak nikah, bilangnya kita temenan aja!
To the point, hal yang paling membedakan dan yang paling penting yang perlu kita ingat adalah, gorengan itu HALAL, sedangkan pacaran itu HARAM. Disinilah perbedaan terbesarnya! Maka tinggalkan sekarang pacarmu, percayalah ia saat ini tak baik untukmu. Percayalah, jika memang ia yang terbaik untukmu, suatu saat nanti ia akan datang kepadamu. Tak perlu takut, engkau tidak menjadi buruk dengan tidak berpacaran. Justru engkau menjadi mulia, dan yakinlah jodohmu juga akan sama seperti itu.
Pacar dan gorengan, mungkin memiliki kesamaan. Tapi maaf penulis harus sampaikan satu fakta sederhana, bahwa sampai saat ini, pacarmu tidak lebih baik dari gorengan, sama sekali tidak lebih baik bagaimanapun kondisinya.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat Baperian, bagaimana kabarmu? Sehat kan? Alhamdulillah. Dan bagi sahabat yang sampai membaca tulisan ini masih memiliki pacar, penulis tanyakan juga bagaimana kabar pacarmu? Semoga sehat selalu ya, dan semoga diberi hidayah secepatnya sebelum terlambat, karena makin hari kita semua tahu ajal makin dekat, dan mustahil salah alamat (bukannya nakut-nakutin, cuma ngingetin aja). Lalu, buat sahabat yang hari ini masih nge-jomblo, semoga sehat selalu dan istiqomah hingga bertemu. Bertemu siapa? Pasti bertemu dengan dia yang spesial, yang juga ber-azzam untuk menjaga kesucian. InsyaaAllah.
Sahabat, di negara kita Indonesia, begitu banyak makanan yang bisa kita temukan. Berbagai jenis mulai dari Sabang sampai Merauke, ribuan makanan khas dan tak terhitung lagi makanan kreasi dari masa ke masa, semuanya melengkapi kehidupan kita setiap harinya. Termasuk yang bisa kita sebutkan adalah gorengan.
Gorengan, makanan merakyat dari desa sampai kota, dari pinggir jalan sampai dalam restoran, dari mulai pagi hingga malam, ada saja kita temukan makanan yang satu ini. Yah, begitu banyaknya kita jumpai, sama banyaknya dengan orang pacaran yang tiap hari kita temui.
Pacar dan Gorengan, Sama....
Gorengan, makanan yang akan kita rindukan saat kita sudah lama tak mencicipinya, sama dengan pacar yang kita rindukan setelah sekian lama tiada kabar (semoga masih hidup).
Gorengan, banyak jenis yang bisa kita pilih, mulai dari bakwan goreng, pisang goreng, risoles goreng, tahu goreng, dan lain-lain. Sama dengan pacar yang bisa kita pilih spesiesnya, mulai dari spesies tukang ojek (tiap hari siap sedia antar-jemput), customer service (24 jam siap diajak ngobrol), bodyguard (siap melindungi kapanpun dimanapun), sampai spesies preman Tanah Abang (senggol dikit bacok), dan banyak lagi spesies-spesies pacar yang bisa kita pilih, tentu tergantung selera kita (bisa ditambah bawang goreng biar tambah nikmat).
Gorengan, nikmat sih, asal tidak kebanyakan makannya. Sama dengan pacar, asik dan menyenangkan, tapi percayalah semakin banyak waktu yang kita habiskan bersamanya, semakin pedih pula hidup kita nantinya.
Gorengan, ada kalanya kita bosan dan memilih makanan lainnya. Sama dengan pacar, semakin hari akan semakin muncul rasa bosan, dan tanpa sadar kita mulai melirik yang lainnya.
Banyak Kesamaannya, Tapi Tak Serupa!
Malam minggu bareng gorengan, It's Oke! Tapi malam minggu bareng pacar, naudzubillah. It was a big problem for you! Keep away!
Hari ini makan gorengan, besoknya ganti makan bakso, lusa ganti makan mie ayam, tidak ada yang melarang. Tapi kalau pacar? Hangout sama teman dikira selingkuhan, lalu putus terus menyimpan dendam. Nggak ah, pilih gorengan aja!
Gorengan mungkin hal sederhana, tapi setidaknya ia tidak pernah PHP dan pasti mengenyangkan. Tapi pacar, dari awal banyak gombalan, janji, dan harapan, giliran diajak nikah, bilangnya kita temenan aja!
To the point, hal yang paling membedakan dan yang paling penting yang perlu kita ingat adalah, gorengan itu HALAL, sedangkan pacaran itu HARAM. Disinilah perbedaan terbesarnya! Maka tinggalkan sekarang pacarmu, percayalah ia saat ini tak baik untukmu. Percayalah, jika memang ia yang terbaik untukmu, suatu saat nanti ia akan datang kepadamu. Tak perlu takut, engkau tidak menjadi buruk dengan tidak berpacaran. Justru engkau menjadi mulia, dan yakinlah jodohmu juga akan sama seperti itu.
Pacar dan gorengan, mungkin memiliki kesamaan. Tapi maaf penulis harus sampaikan satu fakta sederhana, bahwa sampai saat ini, pacarmu tidak lebih baik dari gorengan, sama sekali tidak lebih baik bagaimanapun kondisinya.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Pacar dan Gorengan, Sama Tapi Tak Serupa
By Unknown
6 Nilai Hidup Meraih Sukses di Usia Muda
Assalamu'alaikum
Sahabat, siapa dari kita yang tidak ingin sukses? Pasti semuanya ingin. Apalagi sukses di usia muda, adalah impian bagi setiap orang. Untuk itu, ada beberapa nilai hidup yang harus kita terapkan untuk meraih kesuksesan tersebut. Karena sukses itu tidak akan menunggu, melainkan harus dijemput.
Berikut 6 nilai hidup sebagai syarat meraih kesuksesan di usia muda:
1. Ikhlas
Lakukan semua pekerjaan kita dengan ikhlas. Kebaikan yang kita lakukan, pastikan bukan untuk meraih tenar dan judge dari orang lain bahwa kita baik. Lakukan semuanya dengan ikhlas! Karena orang ikhlas dengan tidak, yang dikorbankan sama tapi hasilnya berbeda. Percayalah, kepercayaan Allah kepada kita jauh lebih membahagiakan daripada kepercayaan manusia lain. Maka dapatkan kepercayaan-Nya dengan ikhlasmu, Allah akan mudahkan pertolongan-Nya untuk mencapai suksesmu.
2. Visioner
Mulai dengan merencanakan impian kita . Lalu kerahkan semua resource yang kita punya agar bisa mencapainya secepat mungkin. Sebagai inspirasi ialah Muhammad Al Fatih. Pemimpin muda yang berhasil menaklukkan Konstantinopel di usia 21 tahun, melampaui para pendahulunya yang gagal dalam misi pembebasan itu. Itu karena usahanya yang begitu keras, juga karena ketaqwaannya yang begitu besar kepada Tuhannya. Ingat sahabat, jangan sampai waktu mudamu berlalu begitu saja. Ikhtiar, berpikirlah kreatif, dan luaskan pandangan, lalu tawakalkan kepada-Nya. InsyaaAllah, sukses begitu dekat dengan kita.
3. Komitmen
Perlu adanya komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan. Gunakan komitmen itu sebagai pengingat dan penyemangat, kita punya tugas untuk diselesaikan. Maka bangunlah komitmen untuk sukses, dan bertindak secepatnya! Jangan menundanya, karena nanti bisa menjadi tidak pernah.
4. Produktif
Sukses hanya untuk mereka yang mau berusaha. Maka teruslah berkarya, jangan berdiam diri. Ciptakan sesuatu yang menjadi passionmu, dan jadikan itu sebagai hobi untuk sukses di usia mudamu.
5. Tawazun
Seimbanglah dalam mengatur waktu. Jangan sampai lupa ibadah hanya karena terlalu sibuk bekerja. Ingatlah kita tidak bisa apa-apa tanpa izin Allah subhanahu wa ta'ala.
6. Meaning
Inti dari semua usaha dan karya yang kita ciptakan. Pastikan itu berarti bagi kita dan orang lain. Kebermanfaatan itu penting, poin khusus yang tidak bisa kita lepaskan. Karena akan dikatakan sukses, jika kita bisa bermanfaat untuk orang lain.
Itulah 6 nilai hidup yang bisa kita pegang untuk meraih sukses di usia muda. Mulailah, dan selesaiakan apa yang telah engkau mulai. Jangan menyerah hanya karena kita berpikir itu tidak bisa, tapi cobalah dan terus melangkah. Menataplah ke depan, dan katakan bahwa aku berani sukses di usia muda! Semoga Allah memudahkan usaha kita.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
(Nilai hidup ini disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid pada TPM Trenggalek ke-XIX. Beliau seorang dokter muda berusia 28 tahun dan juga motivator di 17 negara yang telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional berkat inovasinya dalam bidang kesehatan)
Assalamu'alaikum
Sahabat, siapa dari kita yang tidak ingin sukses? Pasti semuanya ingin. Apalagi sukses di usia muda, adalah impian bagi setiap orang. Untuk itu, ada beberapa nilai hidup yang harus kita terapkan untuk meraih kesuksesan tersebut. Karena sukses itu tidak akan menunggu, melainkan harus dijemput.
Berikut 6 nilai hidup sebagai syarat meraih kesuksesan di usia muda:
1. Ikhlas
Lakukan semua pekerjaan kita dengan ikhlas. Kebaikan yang kita lakukan, pastikan bukan untuk meraih tenar dan judge dari orang lain bahwa kita baik. Lakukan semuanya dengan ikhlas! Karena orang ikhlas dengan tidak, yang dikorbankan sama tapi hasilnya berbeda. Percayalah, kepercayaan Allah kepada kita jauh lebih membahagiakan daripada kepercayaan manusia lain. Maka dapatkan kepercayaan-Nya dengan ikhlasmu, Allah akan mudahkan pertolongan-Nya untuk mencapai suksesmu.
2. Visioner
Mulai dengan merencanakan impian kita . Lalu kerahkan semua resource yang kita punya agar bisa mencapainya secepat mungkin. Sebagai inspirasi ialah Muhammad Al Fatih. Pemimpin muda yang berhasil menaklukkan Konstantinopel di usia 21 tahun, melampaui para pendahulunya yang gagal dalam misi pembebasan itu. Itu karena usahanya yang begitu keras, juga karena ketaqwaannya yang begitu besar kepada Tuhannya. Ingat sahabat, jangan sampai waktu mudamu berlalu begitu saja. Ikhtiar, berpikirlah kreatif, dan luaskan pandangan, lalu tawakalkan kepada-Nya. InsyaaAllah, sukses begitu dekat dengan kita.
3. Komitmen
Perlu adanya komitmen yang kuat untuk meraih kesuksesan. Gunakan komitmen itu sebagai pengingat dan penyemangat, kita punya tugas untuk diselesaikan. Maka bangunlah komitmen untuk sukses, dan bertindak secepatnya! Jangan menundanya, karena nanti bisa menjadi tidak pernah.
4. Produktif
Sukses hanya untuk mereka yang mau berusaha. Maka teruslah berkarya, jangan berdiam diri. Ciptakan sesuatu yang menjadi passionmu, dan jadikan itu sebagai hobi untuk sukses di usia mudamu.
5. Tawazun
Seimbanglah dalam mengatur waktu. Jangan sampai lupa ibadah hanya karena terlalu sibuk bekerja. Ingatlah kita tidak bisa apa-apa tanpa izin Allah subhanahu wa ta'ala.
6. Meaning
Inti dari semua usaha dan karya yang kita ciptakan. Pastikan itu berarti bagi kita dan orang lain. Kebermanfaatan itu penting, poin khusus yang tidak bisa kita lepaskan. Karena akan dikatakan sukses, jika kita bisa bermanfaat untuk orang lain.
Itulah 6 nilai hidup yang bisa kita pegang untuk meraih sukses di usia muda. Mulailah, dan selesaiakan apa yang telah engkau mulai. Jangan menyerah hanya karena kita berpikir itu tidak bisa, tapi cobalah dan terus melangkah. Menataplah ke depan, dan katakan bahwa aku berani sukses di usia muda! Semoga Allah memudahkan usaha kita.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
(Nilai hidup ini disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid pada TPM Trenggalek ke-XIX. Beliau seorang dokter muda berusia 28 tahun dan juga motivator di 17 negara yang telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional berkat inovasinya dalam bidang kesehatan)
6 Nilai Hidup Meraih Sukses di Usia Muda
By Unknown
Hakikat Pacaran dan Rahasia Dibaliknya
Assalamu'alaikum
Sahabat, tidak bosan-bosannya kita bicara soal pacaran, karena ini sudah menjadi trend di kalangan anak muda. Tentu trend yang sangat berbahaya karena dampaknya bisa fatal sekali. Tapi, entah kenapa pacaran yang sudah jelas menimbulkan akibat buruk, masih saja laris bahkan menjadi hal yang wajar. Bahkan lupa usia, anak kecil yang belum mengerti frasa sudah sok jalan berdua, bergaya dengan perempuan karena alasan cinta.
Maka di sini kita akan membahas seperti apa hakikat pacaran, dan rahasia apa yang ia sembunyikan.
Hakikat Pacaran
Banyak yang salah kaprah, mengatakan pacaran adalah ekspresi cinta. Bukan! Pacaran adalah ekspresi nafsu yang belum bisa engkau kendalikan. Sekali lagi pacaran bukan karena cinta, tapi karena nafsu yang sedang bergejolak. Kau melihat seseorang begitu cantik ataupun tampan, lalu kau merasakan sesuatu yang membuatmu berharap agar bisa selalu bersamanya, wallahi jangan katakan rasa itu sebagai cinta! Itu adalah nafsumu.
Sebagai bukti, andai tiba-tiba ia bertambah gemuk 30 kg, apa kau masih ingin bersamanya? Jika ia kecelakaan, kemudian cacat di wajahnya, cacat di tangannya, apakah kau masih ingin bersanding dengannya? Jika kau tidak bisa menjawab ini, maka sudah jelas dan tak bisa kau pungkiri, bahwa itu hanyalah nafsumu! Maka percayalah begitu engkau benar-benar mendapatkannya, wajah cantik atau tampan itu tiba-tiba sirna dari dirinya. Dan kau mulai melirik orang lain yang lebih daripadanya. Tau kenapa bisa seperti itu? Karena nafsu, bukan cinta. Dan pacaran, adalah ekspresi dari nafsu tersebut.
Pacaran juga bentuk dari rendahnya kepercayaan diri. Engkau perempuan merasa dirimu kurang cantik, lalu tatkala ada laki-laki yang karena nafsunya mengatakan bahwa engkau begitu cantik dengan gombalan dari diary syaitan, kau pun merasa "astaga, secantik inikah aku?". Begitu rendahnya kepercayaan dirimu, membuatmu kemudian terjerumus kedalam jurang pacaran. Kau sedang jatuh ke jurang, namun merasa sedang terbang ke awan. Lalu kau baru tersadar, tatkala kau sudah berada di dasar. Ironis, sulit untuk kembali ke atas. Itulah hakikat pacaran yang seringkali kita banggakan.
Rahasia Pacaran
Pacaran hanya menemani di saat sendiri, sampai dia benar-benar menemukan sosok yang ia cari. Kau hanya dijadikan pelabuhan sementara, bukan kota yang akan ia tinggali. Jujur sahabat, apa kau yakin bahwa hatinya hanya untukmu? Apakah kata-kata manisnya tulus kepadamu? Apakah dia akan membawa pertanggung jawaban atas dirimu? Jika kau ragu, seharusnya ini cukup untuk memantapkan niatmu untuk memutuskan dirinya. Dan inilah yang terbaik, tidak ada yang lain. Percayalah jika kau berjodoh dengannya, tanpa pacaran pun kau akan tetap menikah dengannya. Begitupun sebaliknya, jika kau bukan jodohnya, meski kau pacaran berkorban segalanya, di akhir cerita itu hanya akan menyisakan tangis dan hina.
Sahabat, kita seringkali mengembangkan konsep cinta versi kita masing-masing. Dan kebanyakan hanya berakhir dalam jurang pacaran. Oleh karenanya, Islam datang berusaha menghancurkan konsep palsu tersebut. Kita Muslim/Muslimah mempunyai pemahaman lebih dewasa tentang hakikat cinta dalam hidup ini. Bukan dengan pacaran, tapi cinta dibuktikan dengan pernikahan.
Allah berfirman:
وَمِنْ ءَايٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: Ayat 21)
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat, tidak bosan-bosannya kita bicara soal pacaran, karena ini sudah menjadi trend di kalangan anak muda. Tentu trend yang sangat berbahaya karena dampaknya bisa fatal sekali. Tapi, entah kenapa pacaran yang sudah jelas menimbulkan akibat buruk, masih saja laris bahkan menjadi hal yang wajar. Bahkan lupa usia, anak kecil yang belum mengerti frasa sudah sok jalan berdua, bergaya dengan perempuan karena alasan cinta.
Hakikat Pacaran
Banyak yang salah kaprah, mengatakan pacaran adalah ekspresi cinta. Bukan! Pacaran adalah ekspresi nafsu yang belum bisa engkau kendalikan. Sekali lagi pacaran bukan karena cinta, tapi karena nafsu yang sedang bergejolak. Kau melihat seseorang begitu cantik ataupun tampan, lalu kau merasakan sesuatu yang membuatmu berharap agar bisa selalu bersamanya, wallahi jangan katakan rasa itu sebagai cinta! Itu adalah nafsumu.
Sebagai bukti, andai tiba-tiba ia bertambah gemuk 30 kg, apa kau masih ingin bersamanya? Jika ia kecelakaan, kemudian cacat di wajahnya, cacat di tangannya, apakah kau masih ingin bersanding dengannya? Jika kau tidak bisa menjawab ini, maka sudah jelas dan tak bisa kau pungkiri, bahwa itu hanyalah nafsumu! Maka percayalah begitu engkau benar-benar mendapatkannya, wajah cantik atau tampan itu tiba-tiba sirna dari dirinya. Dan kau mulai melirik orang lain yang lebih daripadanya. Tau kenapa bisa seperti itu? Karena nafsu, bukan cinta. Dan pacaran, adalah ekspresi dari nafsu tersebut.
Pacaran juga bentuk dari rendahnya kepercayaan diri. Engkau perempuan merasa dirimu kurang cantik, lalu tatkala ada laki-laki yang karena nafsunya mengatakan bahwa engkau begitu cantik dengan gombalan dari diary syaitan, kau pun merasa "astaga, secantik inikah aku?". Begitu rendahnya kepercayaan dirimu, membuatmu kemudian terjerumus kedalam jurang pacaran. Kau sedang jatuh ke jurang, namun merasa sedang terbang ke awan. Lalu kau baru tersadar, tatkala kau sudah berada di dasar. Ironis, sulit untuk kembali ke atas. Itulah hakikat pacaran yang seringkali kita banggakan.
Rahasia Pacaran
Pacaran hanya menemani di saat sendiri, sampai dia benar-benar menemukan sosok yang ia cari. Kau hanya dijadikan pelabuhan sementara, bukan kota yang akan ia tinggali. Jujur sahabat, apa kau yakin bahwa hatinya hanya untukmu? Apakah kata-kata manisnya tulus kepadamu? Apakah dia akan membawa pertanggung jawaban atas dirimu? Jika kau ragu, seharusnya ini cukup untuk memantapkan niatmu untuk memutuskan dirinya. Dan inilah yang terbaik, tidak ada yang lain. Percayalah jika kau berjodoh dengannya, tanpa pacaran pun kau akan tetap menikah dengannya. Begitupun sebaliknya, jika kau bukan jodohnya, meski kau pacaran berkorban segalanya, di akhir cerita itu hanya akan menyisakan tangis dan hina.
Allah berfirman:
وَمِنْ ءَايٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: Ayat 21)
Cinta bukan hanya sekedar teoritis, tapi perlu tindakan praksis. Oleh karenannya, cinta tak bisa dibenarkan oleh pacaran, tapi harus dibuktikan dengan pernikahan.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Hakikat Pacaran dan Rahasia Dibaliknya
By Unknown
Sosok Perempuan yang Harus Dipilih untuk Dinikahi
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, artikel ini mungkin khusus untuk sahabat ikhwan, yang mana nanti sebelum membangun sebuah komitmen untuk hidup bersama, dalam ikatan halal yang diridhoi-Nya, haruslah memilih perempuan yang tepat untuk mendampingi hingga akhirat. Memilih istri yang tepat, adalah sebuah kebijaksanaan, dan langkah awal untuk membentuk rumah tangga yang bahagia. Begitu pula sebaliknya, salah dalam memilih akan beresiko untuk kedepannya. Bukankah kita ingin hidup bersamanya hingga nanti di Jannah? Maka perhatikan bagaimana caramu memilih pasangan.
Islam sangatlah kompleks, mengatur segala sisi kehidupan dan memberikan panduan bagaimana hidup bisa dijalankan sesuai prosedur Sang Pencipta. Itulah yang akan memberikan kebahagiaan, bukan hanya kepalsuan hidup yang seringkali menyesatkan banyak manusia. Termasuk dalam hal ini, Islam sudah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang laki-laki memilih perempuan untuk dijadikan pasangan (dalam pernikahan tentunya).
Ingat ikhwan, beliau menekankan kepada kita agar memilih perempuan yang baik agamanya. Karena perempuan yang minim agamanya, pastilah sedikit kebijaksanaan. Sedangkan kita berharap bahagia bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Maka tidaklah kebahagiaan ini kita dapatkan, jika pasangan yang mendampingi kita tidak memiliki basic agama yang baik.
Perhatikanlah nasehat-nasehat Nabi Muhammad berikut:
1. "Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''. Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits
no.3407
2. "Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat". Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231
3."Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia". Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285
Betapa banyak nasehat dari Rasulullah kepada kita agar memilih perempuan yang shalihah. Karena perempuan shalihah adalah salah satu dari penyebab kebahagian, maka sebaliknya, perempuan yang tidak shalihah adalah salah satu dari penyebab kesengsaraan.
"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu"
Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282
Maka sahabat, jangan sampai kita salah pilih. Komitmen kita bentuk dengan keimanan, bukan dengan nafsu. Sehingga dalam memulainya, kita pastikan melangkah dengan keimanan dalam memilih pasangan, sehingga harapan yang selama ini kita citakan, akan dapat terwujud dengan kita mendapatkan istri shalihah.
Namun, engkau juga harus ingat sahabat, bahwa perempuan shalihah, adalah untuk laki-laki yang shalih. Mulailah memperbaiki diri, dan suatu saat nanti, Allah jaminkan engkau bertemu dengan yang shalihah, untuk memulai komitmen sehidup sesurga. Sebab kepantasan, itulah kata kuncinya.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, artikel ini mungkin khusus untuk sahabat ikhwan, yang mana nanti sebelum membangun sebuah komitmen untuk hidup bersama, dalam ikatan halal yang diridhoi-Nya, haruslah memilih perempuan yang tepat untuk mendampingi hingga akhirat. Memilih istri yang tepat, adalah sebuah kebijaksanaan, dan langkah awal untuk membentuk rumah tangga yang bahagia. Begitu pula sebaliknya, salah dalam memilih akan beresiko untuk kedepannya. Bukankah kita ingin hidup bersamanya hingga nanti di Jannah? Maka perhatikan bagaimana caramu memilih pasangan.
Islam sangatlah kompleks, mengatur segala sisi kehidupan dan memberikan panduan bagaimana hidup bisa dijalankan sesuai prosedur Sang Pencipta. Itulah yang akan memberikan kebahagiaan, bukan hanya kepalsuan hidup yang seringkali menyesatkan banyak manusia. Termasuk dalam hal ini, Islam sudah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang laki-laki memilih perempuan untuk dijadikan pasangan (dalam pernikahan tentunya).
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, jauh-jauh hari sudah memberikan nasehat untuk para lelaki, agar memilih perempuan yang tepat untuk dinikahi. Beliau bersabda,
"Wania itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan
agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)".
Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.
Ingat ikhwan, beliau menekankan kepada kita agar memilih perempuan yang baik agamanya. Karena perempuan yang minim agamanya, pastilah sedikit kebijaksanaan. Sedangkan kita berharap bahagia bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Maka tidaklah kebahagiaan ini kita dapatkan, jika pasangan yang mendampingi kita tidak memiliki basic agama yang baik.
Perhatikanlah nasehat-nasehat Nabi Muhammad berikut:
1. "Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''. Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits
no.3407
2. "Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat". Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231
3."Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia". Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285
Betapa banyak nasehat dari Rasulullah kepada kita agar memilih perempuan yang shalihah. Karena perempuan shalihah adalah salah satu dari penyebab kebahagian, maka sebaliknya, perempuan yang tidak shalihah adalah salah satu dari penyebab kesengsaraan.
"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu"
Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282
Maka sahabat, jangan sampai kita salah pilih. Komitmen kita bentuk dengan keimanan, bukan dengan nafsu. Sehingga dalam memulainya, kita pastikan melangkah dengan keimanan dalam memilih pasangan, sehingga harapan yang selama ini kita citakan, akan dapat terwujud dengan kita mendapatkan istri shalihah.
Namun, engkau juga harus ingat sahabat, bahwa perempuan shalihah, adalah untuk laki-laki yang shalih. Mulailah memperbaiki diri, dan suatu saat nanti, Allah jaminkan engkau bertemu dengan yang shalihah, untuk memulai komitmen sehidup sesurga. Sebab kepantasan, itulah kata kuncinya.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Sosok Perempuan yang Harus Dipilih untuk Dinikahi
By Unknown
3 Cara agar Kita Merasakan Nikmatnya Iman
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, nikmat yang paling besar dari Allah subhanahu wa ta'ala adalah keimanan. Dengan nikmat itulah, Allah menjamin kebahagiaan hidup kita di dunia dan di akhirat. Tapi, seringkali kita tidak sadar akan nikmat yang luar biasa ini. Kita seolah-olah tidak pernah merasakan keimanan sebagai nikmat yang harus disyukuri. Melainkan hanya sebuah kewajaran dari sebuah status yang didapat dari orang tua dan tempat tinggal.
Padahal sahabat, keimanan merupakan modal kita untuk bahagia. Seharusnya, iman adalah perbandingan lurus untuk kebahagiaan. Seharusnya, ketika kita menjadi orang yang beriman, ketika itu pula kita senantiasa berbahagia. Tapi, kenapa kebahagiaan itu tidak bisa kita rasakan? Kita merasa biasa-biasa saja, dan menganggap iman adalah hal yang tidak berperan dalam mendatangkan kebahagiaan. Kenapa bisa seperti itu? Karena kembali lagi, kita tidak menganggap iman itu sebagai nikmat. Kita tidak mensyukurinya, dan mengabaikan kehadirannya.
Nah, sahabat, berikut kami share bagaimana cara agar kita bisa merasakan lezatnya iman, dan mendapatkan kebahagiaan sejati dari keimanan yang kita dapatkan:
1. Jadikan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah lebih dari segalanya
Tatkala kita sudah mencintai Allah dan Rasulullah lebih dari segalanya, maka insyaaAllah kita akan merasakan yang namanya manisnya iman. Bukan hanya lisan tentunya, tapi cinta ini juga harus dibuktikan dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 31)
2. Tidak mencintai orang lain selain karena Allah
Mencintai siapapun, atau apapun itu harus karena Allah. Menjadi syarat bahwa Allah meridhai cinta itu, baru kita boleh mencintainya. Ketika kita sudah mampu seperti itu, maka tidaklah mungkin kita nanti menduakan cinta kita kepada Allah. Dengan demikian, lezatnya iman pun dapat kita rasakan. Kebahagiaan pun dapat kita raih dengan senyuman.
Sebagaimana kisah dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang diuji oleh Allah untuk menyembelih putra yang begitu ia cintai, Nabi Ismail 'alaihissalam. Kita lihat, begitu cintanya Nabi Ibrahim kepada putranya, tapi cintai itu adalah cinta karena Allah sehingga ketika Allah memerintahkan demikian, Nabi Ibrahim dengan ikhlas menjalankan perintah-Nya. Sampai Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Beginilah ketika kecintaan seorang hamba itu karena Allah, maka Allah senantiasa menolongnya, dan dia tidak akan gentar dengan apapun yang akan dihadapinya. Kerena ia tahu, cintanya karena Allah, maka semuanya akan membuahkan kebaikan dan kebahagiaan untuknya.
3. Benci kembali kepada kekufuran setelah Allah beri hidayah
Kita ambil contoh Bilal bin Rabah, sahabat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang di awal-awal ia beriman, ia disiksa habis-habisan oleh majikannya. Siksaan yang begitu berat, di depan banyak orang, siksaan yang sebenarnya akan langsung berhenti ketika ia mau meninggalkan keimanannya. Siksaan yang akan diganti dengan kenikmatan jika ia mau melepas keimanannya. Tapi Bilal tahu, kenikmatan itu palsu dan hanyalah fatamorgana. Bilal tahu mana kenikmatan yang sesungguhnya, yaitu tatkala ia memiliki keimanan di hatinya. Sehingga, karena bencinya Bilal untuk kembali kepada kekufuran, ia merasakan nikmatnya iman, yang bahkan nikmat itu mengalahkan beratnya siksaan yang ia dapatkan. MasyaaAllah. Sungguh kita juga harus mempertahankan keimanan ini sahabat, jangan gadaikan untuk apapun dan siapapun.
Itulah sahabat, tiga cara agar kita bisa merasakan lezatnya iman. Semoga Allah senantiasa menjaga nikmat ini, dan tidak membiarkan kita mati tanpa iman dalam diri.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, nikmat yang paling besar dari Allah subhanahu wa ta'ala adalah keimanan. Dengan nikmat itulah, Allah menjamin kebahagiaan hidup kita di dunia dan di akhirat. Tapi, seringkali kita tidak sadar akan nikmat yang luar biasa ini. Kita seolah-olah tidak pernah merasakan keimanan sebagai nikmat yang harus disyukuri. Melainkan hanya sebuah kewajaran dari sebuah status yang didapat dari orang tua dan tempat tinggal.
Padahal sahabat, keimanan merupakan modal kita untuk bahagia. Seharusnya, iman adalah perbandingan lurus untuk kebahagiaan. Seharusnya, ketika kita menjadi orang yang beriman, ketika itu pula kita senantiasa berbahagia. Tapi, kenapa kebahagiaan itu tidak bisa kita rasakan? Kita merasa biasa-biasa saja, dan menganggap iman adalah hal yang tidak berperan dalam mendatangkan kebahagiaan. Kenapa bisa seperti itu? Karena kembali lagi, kita tidak menganggap iman itu sebagai nikmat. Kita tidak mensyukurinya, dan mengabaikan kehadirannya.
Nah, sahabat, berikut kami share bagaimana cara agar kita bisa merasakan lezatnya iman, dan mendapatkan kebahagiaan sejati dari keimanan yang kita dapatkan:
1. Jadikan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah lebih dari segalanya
Tatkala kita sudah mencintai Allah dan Rasulullah lebih dari segalanya, maka insyaaAllah kita akan merasakan yang namanya manisnya iman. Bukan hanya lisan tentunya, tapi cinta ini juga harus dibuktikan dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 31)
2. Tidak mencintai orang lain selain karena Allah
Mencintai siapapun, atau apapun itu harus karena Allah. Menjadi syarat bahwa Allah meridhai cinta itu, baru kita boleh mencintainya. Ketika kita sudah mampu seperti itu, maka tidaklah mungkin kita nanti menduakan cinta kita kepada Allah. Dengan demikian, lezatnya iman pun dapat kita rasakan. Kebahagiaan pun dapat kita raih dengan senyuman.
Sebagaimana kisah dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang diuji oleh Allah untuk menyembelih putra yang begitu ia cintai, Nabi Ismail 'alaihissalam. Kita lihat, begitu cintanya Nabi Ibrahim kepada putranya, tapi cintai itu adalah cinta karena Allah sehingga ketika Allah memerintahkan demikian, Nabi Ibrahim dengan ikhlas menjalankan perintah-Nya. Sampai Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Beginilah ketika kecintaan seorang hamba itu karena Allah, maka Allah senantiasa menolongnya, dan dia tidak akan gentar dengan apapun yang akan dihadapinya. Kerena ia tahu, cintanya karena Allah, maka semuanya akan membuahkan kebaikan dan kebahagiaan untuknya.
3. Benci kembali kepada kekufuran setelah Allah beri hidayah
Kita ambil contoh Bilal bin Rabah, sahabat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam yang di awal-awal ia beriman, ia disiksa habis-habisan oleh majikannya. Siksaan yang begitu berat, di depan banyak orang, siksaan yang sebenarnya akan langsung berhenti ketika ia mau meninggalkan keimanannya. Siksaan yang akan diganti dengan kenikmatan jika ia mau melepas keimanannya. Tapi Bilal tahu, kenikmatan itu palsu dan hanyalah fatamorgana. Bilal tahu mana kenikmatan yang sesungguhnya, yaitu tatkala ia memiliki keimanan di hatinya. Sehingga, karena bencinya Bilal untuk kembali kepada kekufuran, ia merasakan nikmatnya iman, yang bahkan nikmat itu mengalahkan beratnya siksaan yang ia dapatkan. MasyaaAllah. Sungguh kita juga harus mempertahankan keimanan ini sahabat, jangan gadaikan untuk apapun dan siapapun.
Itulah sahabat, tiga cara agar kita bisa merasakan lezatnya iman. Semoga Allah senantiasa menjaga nikmat ini, dan tidak membiarkan kita mati tanpa iman dalam diri.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
3 Cara agar Kita Merasakan Nikmatnya Iman
By Unknown
Tak Perlu Khawatir, Semua akan Indah pada Waktunya
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, waktu adalah salah satu modal terpenting kita dalam menjalani hidup. Sedikit saja waktu kita terbuang, maka sama saja kita telah membuang kesempatan untuk sukses. Waktu begitu penting, sehingga hanya orang yang mampu memanajemen waktu yang berhak untuk sukses.
Lihatlah, Allah sampai bersumpah atas nama waktu, ini menunjukkan betapa penting dan berharganya sebuah waktu. Memanfaatkannya sebaik mungkin merupakan kewajiban kita, jika sukses adalah harapan kita.
Begitu pentingnya waktu, terkadang kita tidak mau menggunakannya sebaik mungkin. Ingat, disini kita tidak mau, bukannya tidak mampu. Allah memberikan kemampuan, tapi kita gunakan untuk hal lain yang tidak seharusnya. Seringkali kita gunakan waktu itu untuk memperjuangkan hal-hal yang belum saatnya kita perjuangkan, hanya karena angan-angan kosong tentang kebahagiaan bersamanya. Tapi ternyata, semua itu hanyalah angan, tak lebih berarti dari sebuah omong kosong, kebohongan nafsu dan kerapuhan hati yang hanya akan meninggalkan luka. Disaat itulah kita jatuh dan tertinggal, sedangkan waktu tak pernah menunggu dan tak akan kembali.
Ku yakinkan padamu, semuanya akan indah pada waktunya...
Semua akan indah pada waktunya, tatkala kita mau menggunakan waktu sesuai dengan yang seharusnya. Jangan pernah membuang waktumu untuk hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat. Berpikirlah logis! Jangan mau terbawa perasaan yang hanya akan menjatuhkanmu secara diam-diam. Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan sekarang. Fokus! Jangan pernah menunda pekerjaan yang bisa kau lakukan sekarang.
Tapi ingatlah, jangan lakukan apa yang belum seharusnya kau lakukan sekarang! Karena itu hanya akan membuang waktumu. Jangan kau habiskan waktumu dalam hubungan yang dilaknat Allah, tapi persiapkanlah dirimu untuk membentuk hubungan yang dirahmati Allah. Pantaskan, bukan malah memaksakan, karena waktu tidak bisa diulang. Mulai dari sekarang, pergunakan waktu untuk kebaikan. Maka yakinlah, tak usah banyak kau fikirkan, tak perlu kau resahkan, semua itu akan indah pada waktunya. Kuncinya, gunakan waktumu sesuai aturan Allah subhanahu wa ta'ala, maka kau tidak akan pernah kecewa.
Sahabat, renungkanlah sebuah motivasi indah dari Teguh Awee berikut ini:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bayangkan ada sebuah bank yang memberikan Anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400 sepanjang paginya. Semua uang itu harus Anda gunakan, pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang Anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bank itu bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik, pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberi sisa waktunya pada Anda.
Anda tidak bisa menariknya kembali, juga Anda tidak bisa meminta uang muka untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda.
Jam terus berdetak, gunakan waktu Anda dengan sebaik-baiknya.
Agar tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada murid yanh tinggal kelas. Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature. Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan editor majalah mingguan. Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalaj pesawat terbang. Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan. Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraij medali perak olimpiade.
"Hargailah setiap waktu yang Anda miliki, dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa"
-47 Kisah Inspiratif-
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Itulah sahabat, mulailah untuk memanajemen waktu sebaik mungkin. Jangan sampai penyesalan datang disaat semuanya sudah sulit diperbaiki. Waktu, tidak akan menunggu kita, tapi kita yang akan menjemput waktu. Let's move!
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, waktu adalah salah satu modal terpenting kita dalam menjalani hidup. Sedikit saja waktu kita terbuang, maka sama saja kita telah membuang kesempatan untuk sukses. Waktu begitu penting, sehingga hanya orang yang mampu memanajemen waktu yang berhak untuk sukses.
Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ
"Demi masa."
إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَفِى خُسْرٍ
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"
إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr: Ayat 1-3)
Lihatlah, Allah sampai bersumpah atas nama waktu, ini menunjukkan betapa penting dan berharganya sebuah waktu. Memanfaatkannya sebaik mungkin merupakan kewajiban kita, jika sukses adalah harapan kita.
Begitu pentingnya waktu, terkadang kita tidak mau menggunakannya sebaik mungkin. Ingat, disini kita tidak mau, bukannya tidak mampu. Allah memberikan kemampuan, tapi kita gunakan untuk hal lain yang tidak seharusnya. Seringkali kita gunakan waktu itu untuk memperjuangkan hal-hal yang belum saatnya kita perjuangkan, hanya karena angan-angan kosong tentang kebahagiaan bersamanya. Tapi ternyata, semua itu hanyalah angan, tak lebih berarti dari sebuah omong kosong, kebohongan nafsu dan kerapuhan hati yang hanya akan meninggalkan luka. Disaat itulah kita jatuh dan tertinggal, sedangkan waktu tak pernah menunggu dan tak akan kembali.
Ku yakinkan padamu, semuanya akan indah pada waktunya...
Semua akan indah pada waktunya, tatkala kita mau menggunakan waktu sesuai dengan yang seharusnya. Jangan pernah membuang waktumu untuk hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat. Berpikirlah logis! Jangan mau terbawa perasaan yang hanya akan menjatuhkanmu secara diam-diam. Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan sekarang. Fokus! Jangan pernah menunda pekerjaan yang bisa kau lakukan sekarang.
Tapi ingatlah, jangan lakukan apa yang belum seharusnya kau lakukan sekarang! Karena itu hanya akan membuang waktumu. Jangan kau habiskan waktumu dalam hubungan yang dilaknat Allah, tapi persiapkanlah dirimu untuk membentuk hubungan yang dirahmati Allah. Pantaskan, bukan malah memaksakan, karena waktu tidak bisa diulang. Mulai dari sekarang, pergunakan waktu untuk kebaikan. Maka yakinlah, tak usah banyak kau fikirkan, tak perlu kau resahkan, semua itu akan indah pada waktunya. Kuncinya, gunakan waktumu sesuai aturan Allah subhanahu wa ta'ala, maka kau tidak akan pernah kecewa.
Sahabat, renungkanlah sebuah motivasi indah dari Teguh Awee berikut ini:
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bayangkan ada sebuah bank yang memberikan Anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400 sepanjang paginya. Semua uang itu harus Anda gunakan, pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang Anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bank itu bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik, pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberi sisa waktunya pada Anda.
Anda tidak bisa menariknya kembali, juga Anda tidak bisa meminta uang muka untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda.
Jam terus berdetak, gunakan waktu Anda dengan sebaik-baiknya.
Agar tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada murid yanh tinggal kelas. Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature. Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan editor majalah mingguan. Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalaj pesawat terbang. Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan. Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraij medali perak olimpiade.
"Hargailah setiap waktu yang Anda miliki, dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa"
-47 Kisah Inspiratif-
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Itulah sahabat, mulailah untuk memanajemen waktu sebaik mungkin. Jangan sampai penyesalan datang disaat semuanya sudah sulit diperbaiki. Waktu, tidak akan menunggu kita, tapi kita yang akan menjemput waktu. Let's move!
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Tak Perlu Khawatir, Semua akan Indah pada Waktunya
By Unknown
Being Gentle to Achieve Confident
“Obatmu ada dalam dirimu, namun engkau tidak tahu, penyakitmu juga dari dirimu sendiri. Namun engkau tidak melihat. Engkaulah “Kitab Penjelas” yang melaluinya huruf-huruf menampakkan yang tersembunyi. Kau kira dirimu adalah raga kecil. Padahal dunia terbesar terhampar dalam dirimu. Kau tidak membutuhkan selain dirimu”.
Maksud dari pernyataan di atas bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk mengingatkan seberapa besar potensi kita untuk menjadi manusia terbaik. Kepercayaan diri membawa kekuatan dalam mengatur langkah kita. Kita juga merupakan faktor utama dalam mengatasi masalah. Seperti sebuah bahtera, percaya diri adalah mesin yang membuatnya bisa sampai pada tujuan dengan mudah. Karena badai, ombak, gelombang, dan segala rintangan yang dahsyat tidak dapat menghentikan langkahnya.
Seseorang yang percaya diri, menyadari bahwa di dalam dirinya ada potensi besar yang dapat dikembangkan, bahwa dirinya adalah insan pilihan, unggul, spesial, yang diciptakan oleh Allah ke dunia ini dengan tidak main-main dan tidak pula kebetulan. Kehadiran nya merupakan andalan bagi-Nya guna mengharumkan nama-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya. Dia selalu melihat sisi positif dalam melihat suatu keadaan (seeing all in good). Rintangan yang menghadang akan membuatnya semakin kuat dan tegar. Dia yakin Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan. Selalu menganggap dirinya terhebat serta tidak pernah untuk meremehkan orang lain. Terus belajar dan berlatih, semata-mata untuk mencari ridha Allah sekaligus terbebas dari kebodohan dan keterpurukan.
Dia terus menggali kemampuan terbaiknya, dan tidak pernah fokus memikirkan dan terlarut-larut pada kelemahan dan kekurangannya. Dengan terus mengasah kemampuan terbaiknya maka akan menutupi kelemahan dan kekurangannya. Insya Allah.
Dia yang memiliki percaya diri akan memancarkan semacam karisma yang menggetarkan suasana hati orang-orang di sekitarnya. Rasa percaya diri membentuk semacam ketegasan dan keberanian di saat ia harus mengambil ketegasan atau keputusan. Walaupun sulit dan berisiko dia yang percaya diri akan berani menerimanya sekalipun itu menyakitkan.
Orang yang percaya diri bukan berati buta terhadap kesalahannya. Sebaliknya, dia terus berproses meningkatkan keandalan dan keaslian diri, mengakui kesalahan diri, dan tetap berani melangkah dengan bijaksana. Mugi-mugi Allah Ngijabahi. Amin.
Panggul, 25 September 2017
Syafiul Ardi Firmansyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Follow IG: @ardisyafiul
Bersikap Gentle untuk Meraih Kepercayaan Diri
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
Maksud dari pernyataan di atas bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk mengingatkan seberapa besar potensi kita untuk menjadi manusia terbaik. Kepercayaan diri membawa kekuatan dalam mengatur langkah kita. Kita juga merupakan faktor utama dalam mengatasi masalah. Seperti sebuah bahtera, percaya diri adalah mesin yang membuatnya bisa sampai pada tujuan dengan mudah. Karena badai, ombak, gelombang, dan segala rintangan yang dahsyat tidak dapat menghentikan langkahnya.
Seseorang yang percaya diri, menyadari bahwa di dalam dirinya ada potensi besar yang dapat dikembangkan, bahwa dirinya adalah insan pilihan, unggul, spesial, yang diciptakan oleh Allah ke dunia ini dengan tidak main-main dan tidak pula kebetulan. Kehadiran nya merupakan andalan bagi-Nya guna mengharumkan nama-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya. Dia selalu melihat sisi positif dalam melihat suatu keadaan (seeing all in good). Rintangan yang menghadang akan membuatnya semakin kuat dan tegar. Dia yakin Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan. Selalu menganggap dirinya terhebat serta tidak pernah untuk meremehkan orang lain. Terus belajar dan berlatih, semata-mata untuk mencari ridha Allah sekaligus terbebas dari kebodohan dan keterpurukan.
Dia terus menggali kemampuan terbaiknya, dan tidak pernah fokus memikirkan dan terlarut-larut pada kelemahan dan kekurangannya. Dengan terus mengasah kemampuan terbaiknya maka akan menutupi kelemahan dan kekurangannya. Insya Allah.
Dia yang memiliki percaya diri akan memancarkan semacam karisma yang menggetarkan suasana hati orang-orang di sekitarnya. Rasa percaya diri membentuk semacam ketegasan dan keberanian di saat ia harus mengambil ketegasan atau keputusan. Walaupun sulit dan berisiko dia yang percaya diri akan berani menerimanya sekalipun itu menyakitkan.
Orang yang percaya diri bukan berati buta terhadap kesalahannya. Sebaliknya, dia terus berproses meningkatkan keandalan dan keaslian diri, mengakui kesalahan diri, dan tetap berani melangkah dengan bijaksana. Mugi-mugi Allah Ngijabahi. Amin.
Panggul, 25 September 2017
Syafiul Ardi Firmansyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Follow IG: @ardisyafiul
Being Gentle to Achieve Confident
By Unknown
The Perfection is Imposible
KESEMPURNAAN=MUSTAHIL
Apakah anda pernah ingin mencoba sesuatu tetapi takut akan kegagalan? Takut jatuh? Takut akan ketidak mampuan dalam bertindak nantinya? Sebenarnya letak masalah bukan berasal dari skill atau kemampuan yang anda miliki. Tetapi rasa ke khawatiran dan juga target kesempurnaan sebelum tindakan itu dilakukan.
Tentu saja sangat baik bila kita telah memperhitungkan target dari pekerjaan yang akan kita lakukan.kita juga boleh menentukan kualitas dari hasil pekerjaan yang di lakukan. Namun apabila kualitas dan target kita justru menjadi beban dan ngriwu’i atas upaya atau tindakan yang akan kita lakukan. Ibarat penulis yang mempunyai ide dan point of success yang besar, namun ia ragu terhadap kemampuan jari-jemari nya dalam menulis. Karena khawatir akan menerima ejekan. Karena takut target tidak tercapai, yang akhirnya penulis enggan dan tidak pernah melahirkan sebuah tulisan.
Bagaimana cara kita agar lepas dari belenggu itu? Cukup dengan meyakini bahwa kesempurnaan itu milik Allah, artinya jangan mematok kesempurnan sebagai sebuah standar dalam meberikan penilaian atas pekerjaan yang akan kita lakukan.kita perlu meyakini bahwa kita hanyalah manusia, dengan demikian pasti akan terdapat kekurangan dalam kita melangkah.
Yang Akan Menjadikan Kita Menjadi Manusia Terbaik Adalah Tetap Berusaha Memperbaiki Apa Yang Dibuatnya. Yang Jatuh Akan Tetap Bangun, Inilah Manusia Yang Baik Yang Sedang Menuju Titik Kesempurnaan.
Pandangan tentu tidak dimaksudkan agar kita berbuat seadanya atau sejadinya saja. Kita tetap ingin menghasilkan karya yang terbaik, yang mendapatkan pestise yang terbaik pula. Namun baik atau kurangnya sebuah karya baru bisa dinilai setelah karya tersebut lahir.
Batas pencapaian manusia dimaksudkan agar kita tidak terbelenggu oleh sifat terlalu “ingin sempurna” (perfeksionis). Sebenarnya itu adalah hal yang normal atau wajar jika kita ingin memiliki karya yang sempurna. Namun kesempurnaan butuh proses yang panjang. Dan jika sifat “ingin sempurna” tadi hanyalah selubung dari rasa malas untuk berkarya ataupun takut untuk berkarya atau juga keengganan untuk memulai sesuatu, maka semua itu adalah hanya sebagai alasan untuk tidak berkarya.
Terus berkarya merupakan etos yang sangat perlu ditumbuhkan. Karya yang anda buat akan membantu diri anda untuk mengkoreksi atau member penilaian atas apa yang anda kerjakan. Bagaimana anda bisa menilai dan memperbaiki hasil jika belum pernah mengerjakan sesuatu yang menghasilkan?Untuk itu lakukan sesuatu buatlah karya tulislah sastra agar anda tahu seberapa besar potensi di diri anda. Dan tugas terpenting anda adalah bersedia untuk menerima kritikan serta saran orang lain. Meskipun kadang terasa sakit tapi percayalah semua itu merupakan proses menuju kesempurnaan.
Panggul, 23 September 2017
Syafiul Ardi Firmansyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
follow IG : @ardisyafiul
The Perfection is Imposible
By Unknown
Mungkinkah Menikah Tanpa Pacaran?
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, menikah adalah momen hidup yang begitu istimewa. Sebuah ibadah yang senantiasa ingin segera kita wujudkan. Bagaimana tidak, saat itulah kita akan di ikat dengan pasangan hidup kita dalam ikatan yang sah. Sebuah awal baru dalam catatan hidup, dimana kita memiliki pemimpin ataupun pendamping dalam menitih jalan ini.
Menikah adalah ibadah seumur hidup. Maka perlu persiapan yang matang sebelum menjalaninya. Sebuah proses sebelum menikah, akan berpengaruh besar terhadap jalannya sebuah pernikahan. Namun, lagi-lagi fitnah besar muncul dan menyebar di kalangan ummat. Sebuah fitnah yang mengatas namakan suatu proses sebelum pernikahan. Fitnah itu tak lain adalah PACARAN.
Demi Allah sahabat, ketahuilah bahwa pacaran bukanlah suatu proses dalam pernikahan. Bukan suatu jalan, bukan pula syarat apalagi manfaat. Pacaran adalah murni bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Bentuk pembangkangan kepada-Nya, dan ketidak percayaan bahwa jodoh datang tepat pada waktunya.
Pacaran tidak akan mendekatkan jodoh, tidak pula menjauhkannya. Tapi pacaran akan menjatuhkan kehormatan, dan mengurangi kepantasan untuk mendapatkan jodoh idaman. Pacaran tidak ada sangkut pautnya terhadap kelancaran pernikahan. Tidak menjadi jaminan, dan bukan sebuah tahapan. Pacaran sekali lagi adalah bentuk kemaksiatan. Jelas hukum pacaran adalah HARAM!
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra': Ayat 32)
Pacaran adalah mendekati zina. Suatu perbuatan yang keji, lagi jalan yang buruk. Demi Allah, Allah tidak ridhlo terhadap orang pacaran, apapun niat dan dalih yang ia perjuangkan. Pacaran tetaplah haram, apapun bentuknya. Tak peduli siapapun yang melakukannya, tidak akan merubah hukum pacaran menjadi halal.
Tapi, apakah mungkin saya bisa menikah tanpa pacaran sebelumnya?
Sekali lagi kita tekankan, pacaran bukanlah proses untuk menikah. Jadi sangatlah mungkin, dan bahkan memang suatu keharusan pernikahan itu diwujudkan tanpa campur tangan dari pacaran.
Allah tidak ridhlo, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkannya. Islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran.
Coba renungkan sahabat...
Bukankah kita ingin pernikahan kita di ridhloi Allah subhanahu wa ta'ala? Bukankah kita ingin keberkahan selalu tercurah dalam setiap langkah bersama pasangan halal kita? Maka mulailah dengan cara yang diridhloi Allah, jangan mulai dengan keharaman! Jangan mulai dengan penodaan! Jangan mulai pernikahan dengan pacaran! Karena kita ingin diridhloi, bukan di murkai. Kita ingin kebahagiaan, bukan kehinaan. Maka jauhilah pacaran sahabat, buat Allah tersenyum bangga, dan Dia akan memberikan jodoh yang luar biasa atas kesabaran kita. Bersabarlah, akan tiba waktunya..
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, menikah adalah momen hidup yang begitu istimewa. Sebuah ibadah yang senantiasa ingin segera kita wujudkan. Bagaimana tidak, saat itulah kita akan di ikat dengan pasangan hidup kita dalam ikatan yang sah. Sebuah awal baru dalam catatan hidup, dimana kita memiliki pemimpin ataupun pendamping dalam menitih jalan ini.
Menikah adalah ibadah seumur hidup. Maka perlu persiapan yang matang sebelum menjalaninya. Sebuah proses sebelum menikah, akan berpengaruh besar terhadap jalannya sebuah pernikahan. Namun, lagi-lagi fitnah besar muncul dan menyebar di kalangan ummat. Sebuah fitnah yang mengatas namakan suatu proses sebelum pernikahan. Fitnah itu tak lain adalah PACARAN.
Demi Allah sahabat, ketahuilah bahwa pacaran bukanlah suatu proses dalam pernikahan. Bukan suatu jalan, bukan pula syarat apalagi manfaat. Pacaran adalah murni bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Bentuk pembangkangan kepada-Nya, dan ketidak percayaan bahwa jodoh datang tepat pada waktunya.
Pacaran tidak akan mendekatkan jodoh, tidak pula menjauhkannya. Tapi pacaran akan menjatuhkan kehormatan, dan mengurangi kepantasan untuk mendapatkan jodoh idaman. Pacaran tidak ada sangkut pautnya terhadap kelancaran pernikahan. Tidak menjadi jaminan, dan bukan sebuah tahapan. Pacaran sekali lagi adalah bentuk kemaksiatan. Jelas hukum pacaran adalah HARAM!
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra': Ayat 32)
Pacaran adalah mendekati zina. Suatu perbuatan yang keji, lagi jalan yang buruk. Demi Allah, Allah tidak ridhlo terhadap orang pacaran, apapun niat dan dalih yang ia perjuangkan. Pacaran tetaplah haram, apapun bentuknya. Tak peduli siapapun yang melakukannya, tidak akan merubah hukum pacaran menjadi halal.
Tapi, apakah mungkin saya bisa menikah tanpa pacaran sebelumnya?
Sekali lagi kita tekankan, pacaran bukanlah proses untuk menikah. Jadi sangatlah mungkin, dan bahkan memang suatu keharusan pernikahan itu diwujudkan tanpa campur tangan dari pacaran.
Allah tidak ridhlo, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkannya. Islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran.
Coba renungkan sahabat...
Bukankah kita ingin pernikahan kita di ridhloi Allah subhanahu wa ta'ala? Bukankah kita ingin keberkahan selalu tercurah dalam setiap langkah bersama pasangan halal kita? Maka mulailah dengan cara yang diridhloi Allah, jangan mulai dengan keharaman! Jangan mulai dengan penodaan! Jangan mulai pernikahan dengan pacaran! Karena kita ingin diridhloi, bukan di murkai. Kita ingin kebahagiaan, bukan kehinaan. Maka jauhilah pacaran sahabat, buat Allah tersenyum bangga, dan Dia akan memberikan jodoh yang luar biasa atas kesabaran kita. Bersabarlah, akan tiba waktunya..
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Mungkinkah Menikah Tanpa Pacaran?
By Unknown
Ketika Takdir Berkata Lain, Dia Bukan Jodohku
Assalamu'alaikum
Sahabat, jodoh adalah rahasia Allah subhanahu wa ta'ala yang sudah ditetapkan dalam lembaran-lembaran takdir kehidupan. Kita tak mampu mengetahuinya, sampai waktu datang membisikkan jawabannya. Jodoh bersekutu dengan waktu, datang di saat yang tepat dengan cara yang paling indah, tergantung bagaimana usaha kita dalam menjemputnya.
Jodoh adalah misteri waktu, misteri sosok, misteri tempat, dan misteri-misteri lain yang akan terungkap oleh masa. Sampai saat itu tiba, kita tidak tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita, dan kapan kita berjumpa dengannya.
Mungkinkah dia yang kucintai?
Siapa jodohku? Apakah dia yang selama ini aku harapkan? Apakah dia yang selama ini aku semogakan? Belum tentu sahabat. Boleh jadi jodoh kita adalah seseorang yang bahkan sebelumnya belum kita kenal, yang tak terfikirkan sama sekali dalam pikiran. Itulah jodoh, Allah sudah menentukannya. Siapapun dia, itulah yang terbaik untuk kita, ataupun yang paling pantas dengan kita. Karena jodoh adalah cerminan diri. Kepantasan adalah poin penting untuk bersatunya dua hamba Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman:
الْخَبِيثٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثٰتِ ۖ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ أُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
(QS. An-Nur: Ayat 26)
Bagaimana jika dia yang ku cintai bukanlah jodohku?
Cinta selalu ingin memiliki, tapi terkadang takdir berkata lain. Tapi ingatlah, ada Allah yang juga mencintaimu. Allah menyayangimu, dan Dia akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.
Renungkan firman Allah berikut:
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)
Allah Maha Mengetahui, mana yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka yakinlah sahabat, bahwa apapun yang Allah berikan itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita tak bisa bersatu dengan dia, itu berarti dia bukanlah yang terbaik untuk kita. Allah persiapkan, Allah akan datangkan pengganti yang akan mengisi cerita hidup kita jauh lebih baik dari dia yang sudah pergi, asalkan kita mau bersabar, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.
Jangan bersedih sahabat, buang kegalauanmu soal jodoh yang masih menjadi misteri. Yang terpenting, hari ini kita lakukan persiapan, kita pantaskan diri untuk menjemput jodoh yang baik. Pasti nanti ketika datang waktunya, siapapun dia, pertemuan itu akan menjadi catatan kebahagiaan yang akan selalu terkenang dalam nota hidup kita. Jodohku, siapapun kamu, aku menantimu dalam penantian ini. Memantaskan diri, itulah yang bisa ku lakukan saat ini.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat, jodoh adalah rahasia Allah subhanahu wa ta'ala yang sudah ditetapkan dalam lembaran-lembaran takdir kehidupan. Kita tak mampu mengetahuinya, sampai waktu datang membisikkan jawabannya. Jodoh bersekutu dengan waktu, datang di saat yang tepat dengan cara yang paling indah, tergantung bagaimana usaha kita dalam menjemputnya.
Jodoh adalah misteri waktu, misteri sosok, misteri tempat, dan misteri-misteri lain yang akan terungkap oleh masa. Sampai saat itu tiba, kita tidak tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita, dan kapan kita berjumpa dengannya.
Mungkinkah dia yang kucintai?
Siapa jodohku? Apakah dia yang selama ini aku harapkan? Apakah dia yang selama ini aku semogakan? Belum tentu sahabat. Boleh jadi jodoh kita adalah seseorang yang bahkan sebelumnya belum kita kenal, yang tak terfikirkan sama sekali dalam pikiran. Itulah jodoh, Allah sudah menentukannya. Siapapun dia, itulah yang terbaik untuk kita, ataupun yang paling pantas dengan kita. Karena jodoh adalah cerminan diri. Kepantasan adalah poin penting untuk bersatunya dua hamba Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman:
الْخَبِيثٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثٰتِ ۖ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ أُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
(QS. An-Nur: Ayat 26)
Bagaimana jika dia yang ku cintai bukanlah jodohku?
Cinta selalu ingin memiliki, tapi terkadang takdir berkata lain. Tapi ingatlah, ada Allah yang juga mencintaimu. Allah menyayangimu, dan Dia akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.
Renungkan firman Allah berikut:
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)
Allah Maha Mengetahui, mana yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka yakinlah sahabat, bahwa apapun yang Allah berikan itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita tak bisa bersatu dengan dia, itu berarti dia bukanlah yang terbaik untuk kita. Allah persiapkan, Allah akan datangkan pengganti yang akan mengisi cerita hidup kita jauh lebih baik dari dia yang sudah pergi, asalkan kita mau bersabar, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.
Jangan bersedih sahabat, buang kegalauanmu soal jodoh yang masih menjadi misteri. Yang terpenting, hari ini kita lakukan persiapan, kita pantaskan diri untuk menjemput jodoh yang baik. Pasti nanti ketika datang waktunya, siapapun dia, pertemuan itu akan menjadi catatan kebahagiaan yang akan selalu terkenang dalam nota hidup kita. Jodohku, siapapun kamu, aku menantimu dalam penantian ini. Memantaskan diri, itulah yang bisa ku lakukan saat ini.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Ketika Takdir Berkata Lain, Dia Bukan Jodohku
By Unknown
Pastikan Pasangan Hidupmu Nanti Punya 2 Kriteria Ini!
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, mendapatkan pasangan hidup yang terbaik adalah harapan kita semua. Karena dia lah yang nantinya akan mendampingi kita, dalam perjalanan hidup ini. Susah senang akan kita rasakan bersamanya, naik turunnya kehidupan akan kita hadapi bersamanya. Oleh karenanya, kita berharap dan berusaha agar dia yang akan mendampingi kita adalah orang yang baik.
Lalu, pertanyaannya? Kriteria apa saja yang harus dimiliki oleh pasangan kita agar kita nantinya tidak menyesal? Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sudah memberitahu kita sejak 14 abad yang lalu, pasangan seperti apa yang harus kita pilih.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)
Dari hadits di atas, jelas Rasulullah memberikan 2 kriteria dalam memilih pasangan, yaitu:
1. Baik agamanya
Ini adalah hubungan dia kepada Allah. Carilah orang yang baik agamanya, dalam hal ini dia bertaqwa kepada Allah, senantiasa teguh dalam mengamalkan sunnah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam dan dia juga memiliki pemahaman agama yang baik.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)
Orang seperti ini, akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang nantinya muncul di dalam rumah tangga. Juga, dia akan mampu membimbing atau menemanimu hingga ke surga Allah subhanahu wa ta'ala. Bukankah kita ingin bersamanya hingga ke Jannah? Maka pilihlah orang seperti ini.
2. Baik akhlaknya
Ini adalah poin yang kedua. Akhlak yang baik akan dapat memperlakukan kita dengan baik pula.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (H.R.Tirmidzi)
Begitulah sahabat, pasangan idaman adalah yang mempunyai 2 kriteria tersebut. Sungguh kebahagiaan yang besar jika kita mempunyai pasangan seperti itu. Maka kembali lagi, pantaskan diri kita, dan sucikan niat untuk menikah dengan ridhlo Allah subhanahu wa ta'ala.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Pastikan Pasangan Hidupmu Nanti Punya 2 Kriteria Ini!
By Unknown
Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 2)
.........
Setelah dikasih minum, Rasulullah sujud lagi. Sujudnya lama banget, sambil menangis dihadapan Allah. "Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi...", terus Allah mengatakan, "Bangun Ya Muhammad, akan kuberikan apa yang kau minta".
"Ya Allah, selamatkanlah umatku dari sirat...".
Kata Allah, "Maka tunggulah mereka di ujung sirat."
Nabi menunggu kita di ujung sirat, sambil mengatakan "Allahumma sallim sallim, allahumma sallim sallim" (Ya Allah selamatkan, Ya Allah selamatkan). Maka yang amalnya banyak, dia lewat, lewat, lewat. Ada juga yang jatuh ke dalam neraka.
Ketika tau umatnya masih banyak yang di dalam neraka, langsung sujud lagi dihadapan Allah, sujud yang sangat lama.
Allah mengatakan, "Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, apa yang kau inginkan?"
"Ya Allah, selamatkanlah seseorang dari api neraka yang di dalam hatinya ada iman walaupun sekecil biji kurma"
Akhirnya kata Allah, "Selamatkanlah mereka yang ada iman sekecil biji kurma di dalam neraka."
Nabi langsung pergi ke pintu neraka, mencari umatnya.
"Wahai malaikat, cari umat saya yang ada iman sekecil biji kurma, dan selamatkan mereka"
Dikeluarin...
Ketika ketemu dengan Rasulullah mereka dalam keadaan habis disiksa luar biasa wajah mereka, tubuh mereka rusak parah. Rasulullah melihat mereka dengan air mata kasihan, memeluk mereka, dipersilahkan masuk ke surga. Setelah itu, beliau balik lagi ke hadapan arasy Allah, dibawah arasy Allah, Nabi sujud lagi yang lama. Dalam sujud yang lama itu kemudian Nabi menangis. Allah berkata,"Ya Muhammad, kenapa menangis?
"Ya Allah, selamatkanlah umat saya dari api neraka, yang mereka di dalam hatinya ada iman sekecil biji jagung."
Allah pun mengizinkan. Akhirnya Nabi Muhammad lari lagi ke neraka. "Wahai malaikat, keluarkanlah yang ada iman sekecil biji jagung."
Keluar lagi sekian ribu, sekian juta umat Nabi Muhammad. Udah selesai semua gak ada sisa, balik lagi ke bawah arasy Allah. Sujud lagi yang lama, nangis lagi sepanjang waktu yang cukup lama. Sampai Allah bertanya, "Ya Muhammad, bangkit, bangkit. Apa yang kau inginkan?"
"Ya Allah, keluarkan umatku yang ada di dalam neraka yang di dalam hatinya ada iman sekecil biji sawi (zarrah)."
Kata Allah, "Aku izinkan".
Lari lagi ke neraka, selamatin lagi. Balik lagi, sujud lagi.
Kata Allah, "Ya Muhammad, apalagi ya Muhammad? Bukankah aku sudah menyelamatkan banyak dari umatmu?"
"Ya Allah, demi kasih sayang yang engkau miliki...selamatkanlah umatku yang mereka tidak punya amal kecuali hanya mengatakan "La illaha illallah"."
Allah izinkan...
Nabi Muhammad kemudian lari ke neraka, menyelamatkan kita dengan seizin Allah.
Apakah orangtua kita bisa melakukan itu nanti di akhirat? Tidak..
Cinta paling besar dari Rasulullah, gak lupa sama kita. Kenal juga enggak, yang ada iman sekecil zarrah, yang ada iman sekecil biji jagung, yang ada iman sekecil biji kurma. Gak masalah, yang penting umatku Ya Allah, selamatkanlah mereka...
-Ust. Tengku Hanan Attaki, Lc-
.........
Setelah dikasih minum, Rasulullah sujud lagi. Sujudnya lama banget, sambil menangis dihadapan Allah. "Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi...", terus Allah mengatakan, "Bangun Ya Muhammad, akan kuberikan apa yang kau minta".
"Ya Allah, selamatkanlah umatku dari sirat...".
Kata Allah, "Maka tunggulah mereka di ujung sirat."
Nabi menunggu kita di ujung sirat, sambil mengatakan "Allahumma sallim sallim, allahumma sallim sallim" (Ya Allah selamatkan, Ya Allah selamatkan). Maka yang amalnya banyak, dia lewat, lewat, lewat. Ada juga yang jatuh ke dalam neraka.
Ketika tau umatnya masih banyak yang di dalam neraka, langsung sujud lagi dihadapan Allah, sujud yang sangat lama.
Allah mengatakan, "Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, apa yang kau inginkan?"
"Ya Allah, selamatkanlah seseorang dari api neraka yang di dalam hatinya ada iman walaupun sekecil biji kurma"
Akhirnya kata Allah, "Selamatkanlah mereka yang ada iman sekecil biji kurma di dalam neraka."
Nabi langsung pergi ke pintu neraka, mencari umatnya.
"Wahai malaikat, cari umat saya yang ada iman sekecil biji kurma, dan selamatkan mereka"
Dikeluarin...
Ketika ketemu dengan Rasulullah mereka dalam keadaan habis disiksa luar biasa wajah mereka, tubuh mereka rusak parah. Rasulullah melihat mereka dengan air mata kasihan, memeluk mereka, dipersilahkan masuk ke surga. Setelah itu, beliau balik lagi ke hadapan arasy Allah, dibawah arasy Allah, Nabi sujud lagi yang lama. Dalam sujud yang lama itu kemudian Nabi menangis. Allah berkata,"Ya Muhammad, kenapa menangis?
"Ya Allah, selamatkanlah umat saya dari api neraka, yang mereka di dalam hatinya ada iman sekecil biji jagung."
Allah pun mengizinkan. Akhirnya Nabi Muhammad lari lagi ke neraka. "Wahai malaikat, keluarkanlah yang ada iman sekecil biji jagung."
Keluar lagi sekian ribu, sekian juta umat Nabi Muhammad. Udah selesai semua gak ada sisa, balik lagi ke bawah arasy Allah. Sujud lagi yang lama, nangis lagi sepanjang waktu yang cukup lama. Sampai Allah bertanya, "Ya Muhammad, bangkit, bangkit. Apa yang kau inginkan?"
"Ya Allah, keluarkan umatku yang ada di dalam neraka yang di dalam hatinya ada iman sekecil biji sawi (zarrah)."
Kata Allah, "Aku izinkan".
Lari lagi ke neraka, selamatin lagi. Balik lagi, sujud lagi.
Kata Allah, "Ya Muhammad, apalagi ya Muhammad? Bukankah aku sudah menyelamatkan banyak dari umatmu?"
"Ya Allah, demi kasih sayang yang engkau miliki...selamatkanlah umatku yang mereka tidak punya amal kecuali hanya mengatakan "La illaha illallah"."
Allah izinkan...
Nabi Muhammad kemudian lari ke neraka, menyelamatkan kita dengan seizin Allah.
Apakah orangtua kita bisa melakukan itu nanti di akhirat? Tidak..
Cinta paling besar dari Rasulullah, gak lupa sama kita. Kenal juga enggak, yang ada iman sekecil zarrah, yang ada iman sekecil biji jagung, yang ada iman sekecil biji kurma. Gak masalah, yang penting umatku Ya Allah, selamatkanlah mereka...
-Ust. Tengku Hanan Attaki, Lc-
Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 2)
By Unknown
Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 1)
Seorang suami lari dari istrinya, istri lari dari suminya, anak lari dari orangtuanya, pasangan lari dari pasangannya, sahabat lari dari sahabatnya...
Likullim ri-imminhum yauma idzin (pada hari itu semua orang)...sya'nun yughnih (sibuk ngurus diri sendiri)
Semua orang!
Nabi Adam, Nabi Nuh..semua anbiya, dan semua manusia, pada hari itu semuanya sibuk dengan diri sendiri.
Udah lupa tuh, kita dikuburin satu liang lahat dengan pasangan sejati kita, tapi pas kita bangkit, kita gak akan liat ke sebelah kanan kiri kita. Gak peduli! Dia ngeliat kita, dia tau ini suami saya nih, dia tau ini anak saya, dia tau ini orangtua saya, dia tau bahwa kita adalah kekasihnya, dia tau! Tetapi, saking takutnya dia terhadap dirinya dan saking dia mementingkan dirinya, pada hari itu dia gak peduli dengan kita. Bahkan naudzubillah, kalau kekasihnya di sebelah diseret malaikat, dia gak akan nolong! Gak akan nolong kita dia mah...Dia yang penting selamat, "Ah, saya udah selamat." Kekasihnya? Ya terserah...Nanti, nanti kalau dia udah beres, baru itu dia...itu juga gak semua orang bisa seperti itu...
Tapi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, satu-satunya orang yang pada hari itu sangat sibuk, mondar-mandir, mondar-mandir, sibuknya luar biasa cuma satu orang....
Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam
Beliau sibuk banget. Gimana sibuknya Rasulullah?
Ketika lagi di padang mahsyar, Rasulullah langsung mencari, "Dimana umatku, dimana umatku?" Dikumpulin semua umatnya, kemudian Nabi sujud kepada Allah dengan sujud yang sangat lama. Sampai Allah mengatakan,"Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, minta akan saya beri."
"Ya Allah saya tidak akan bangkit dari sujud saya sebelum saya mendapatkan apa yang engkau janjikan. Ya Allah, berikan kesempatan saya untuk memberi minum kepada umat-umat saya. Mereka kehausan, Ya Allah, dibawah terik matahari."
Akhirnya Allah mengatakan, "Ya Muhammad, ini telaga Al-Kautsar, beri minum pada umatmu"
Terus beliau memberikan minum satu per satu, bahagia banget. Ketemu umatnya tuh kayak ketemu kekasih lama. Kasih minum...setelah minum satu teguk, kita gak akan haus lagi selama-lamanya.
Ketika seorang ayah, ibu, kekasih meninggalkan kita, Rasulullah mencari kita, dimana fulan? Dimana fulan?
..............
-Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc.-
Seorang suami lari dari istrinya, istri lari dari suminya, anak lari dari orangtuanya, pasangan lari dari pasangannya, sahabat lari dari sahabatnya...
Likullim ri-imminhum yauma idzin (pada hari itu semua orang)...sya'nun yughnih (sibuk ngurus diri sendiri)
Semua orang!
Nabi Adam, Nabi Nuh..semua anbiya, dan semua manusia, pada hari itu semuanya sibuk dengan diri sendiri.
Udah lupa tuh, kita dikuburin satu liang lahat dengan pasangan sejati kita, tapi pas kita bangkit, kita gak akan liat ke sebelah kanan kiri kita. Gak peduli! Dia ngeliat kita, dia tau ini suami saya nih, dia tau ini anak saya, dia tau ini orangtua saya, dia tau bahwa kita adalah kekasihnya, dia tau! Tetapi, saking takutnya dia terhadap dirinya dan saking dia mementingkan dirinya, pada hari itu dia gak peduli dengan kita. Bahkan naudzubillah, kalau kekasihnya di sebelah diseret malaikat, dia gak akan nolong! Gak akan nolong kita dia mah...Dia yang penting selamat, "Ah, saya udah selamat." Kekasihnya? Ya terserah...Nanti, nanti kalau dia udah beres, baru itu dia...itu juga gak semua orang bisa seperti itu...
Tapi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, satu-satunya orang yang pada hari itu sangat sibuk, mondar-mandir, mondar-mandir, sibuknya luar biasa cuma satu orang....
Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam
Beliau sibuk banget. Gimana sibuknya Rasulullah?
Ketika lagi di padang mahsyar, Rasulullah langsung mencari, "Dimana umatku, dimana umatku?" Dikumpulin semua umatnya, kemudian Nabi sujud kepada Allah dengan sujud yang sangat lama. Sampai Allah mengatakan,"Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, minta akan saya beri."
"Ya Allah saya tidak akan bangkit dari sujud saya sebelum saya mendapatkan apa yang engkau janjikan. Ya Allah, berikan kesempatan saya untuk memberi minum kepada umat-umat saya. Mereka kehausan, Ya Allah, dibawah terik matahari."
Akhirnya Allah mengatakan, "Ya Muhammad, ini telaga Al-Kautsar, beri minum pada umatmu"
Terus beliau memberikan minum satu per satu, bahagia banget. Ketemu umatnya tuh kayak ketemu kekasih lama. Kasih minum...setelah minum satu teguk, kita gak akan haus lagi selama-lamanya.
Ketika seorang ayah, ibu, kekasih meninggalkan kita, Rasulullah mencari kita, dimana fulan? Dimana fulan?
..............
-Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc.-
Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 1)
By Unknown
7 Masalah Hidup dan Solusinya dalam Al-Qur'an
Assalamu'alaikum
Sahabat, hidup pasti tidak bisa lepas dari masalah. Semua orang pasti pernah terkena masalah. Dan terkadang dari masalah itu, muncul kegalauan dan kesedihan hati yang teramat dalam. Subhanallah..
Al-Qur'an, kitab umat Islam, petunjuk bagi semua orang yang beriman. Di dalamnya, Allah telah memberikan berbagai solusi hidup yang kalau kita ingat dan amalkan, maka apapun masalah kita, pasti bisa kita hadapi dengan sukses. Dan kali ini, saya akan sampaikan setidaknya 7 masalah hidup beserta solusinya di dalam Al-Qur'an.
1. Di saat sedih
Allah berfirman :
وَبَشِّرِ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا هٰذَا الَّذِى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِۦ مُتَشٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 25)
2. Memiliki dosa yang begitu banyak
Allah berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar: Ayat 53)
3. Ketika galau
Allah berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 28)
4. Gelisah karena belum bertemu jodoh
Allah berfirman:
وَمِنْ ءَايٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: Ayat 21)
5. Usaha kita tidak dihargai oleh orang lain
Allah berfirman:
إِنَّ هٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَآءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُورًا
"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah)."
(QS. Al-Insan: Ayat 22)
6. Orang sombong menentang kita
Allah berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُونَ قَالُوا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,""
(QS. Al-Furqan: Ayat 63)
7. Rezeki sempit
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa': Ayat 100)
Terakhir sahabat, sebanyak apapun masalah kita, ingatlah bahwa Allah tidak pernah menginginkan kesulitan untuk kita, dan Allah selalu menginginkan kebaikan untuk kita.
Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 185)
Jadi, pasti ada kebaikan yang Allah siapkan dibalik semua masalah-masalah yang kita dapatkan. Dan kebaikan itu akan kita dapatkan, ketika kita mau bersabar dan bersyukur kepada Allah apapun kondisi kita.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
Assalamu'alaikum
Sahabat, hidup pasti tidak bisa lepas dari masalah. Semua orang pasti pernah terkena masalah. Dan terkadang dari masalah itu, muncul kegalauan dan kesedihan hati yang teramat dalam. Subhanallah..
Al-Qur'an, kitab umat Islam, petunjuk bagi semua orang yang beriman. Di dalamnya, Allah telah memberikan berbagai solusi hidup yang kalau kita ingat dan amalkan, maka apapun masalah kita, pasti bisa kita hadapi dengan sukses. Dan kali ini, saya akan sampaikan setidaknya 7 masalah hidup beserta solusinya di dalam Al-Qur'an.
1. Di saat sedih
Allah berfirman :
وَبَشِّرِ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا هٰذَا الَّذِى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِۦ مُتَشٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 25)
2. Memiliki dosa yang begitu banyak
Allah berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar: Ayat 53)
3. Ketika galau
Allah berfirman:
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 28)
4. Gelisah karena belum bertemu jodoh
Allah berfirman:
وَمِنْ ءَايٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: Ayat 21)
5. Usaha kita tidak dihargai oleh orang lain
Allah berfirman:
إِنَّ هٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَآءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُورًا
"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah)."
(QS. Al-Insan: Ayat 22)
6. Orang sombong menentang kita
Allah berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُونَ قَالُوا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,""
(QS. Al-Furqan: Ayat 63)
7. Rezeki sempit
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa': Ayat 100)
Terakhir sahabat, sebanyak apapun masalah kita, ingatlah bahwa Allah tidak pernah menginginkan kesulitan untuk kita, dan Allah selalu menginginkan kebaikan untuk kita.
Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 185)
Jadi, pasti ada kebaikan yang Allah siapkan dibalik semua masalah-masalah yang kita dapatkan. Dan kebaikan itu akan kita dapatkan, ketika kita mau bersabar dan bersyukur kepada Allah apapun kondisi kita.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum
7 Masalah Hidup dan Solusinya dalam Al-Qur'an
By Unknown
3 Cara agar Istiqomah Berhijrah
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, hijrah merupakan suatu kewajiban untuk kita sebagai seorang muslim atau muslimah. Hijrah di sini bukan dalam arti berpindah tempat, tapi berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Pribadi yang kembali ke jalan yang di ridhoi Allah. Hijrah dalam arti meninggalkan kemaksiatan yang dulu sering dilakukan, dan mengerjakan berbagai amal shalih yang dulu sama sekali tak terfikirkan. To be better, itulah hijrah...
Tapi terkadang, hijrah tidak selamanya berjalan dengan lancar. Banyak saudara kita di luar sana yang sudah hijrah, namun kembali lagi seperti yang dulu. Ini yang kita sebut sebagai "gagal hijrah". Nah, karenanya, di sini saya akan sharing 3 cara agar kita bisa istiqomah dalam berhijrah.
1. Atur Niat
Niat adalah awal kita dalam berhijrah. Bisa dikatakan sebagai pondasi kita. Yang menjadi pantangan, jangan sampai sahabat berhijrah dengan niat karena dunia! Jika niat seseorang berhijrah karena dunia, maka dia akan sering kecewa, karena Allah tidak banyak menjanjikan urusan dunia kepada orang yang beriman. Kenapa? Karena bagi Allah dunia itu tidak ada nilainya, sedangkan yang bernilai (surga) akan khusus diberikan kepada hambanya yang beriman.
Allah Ta'ala berfirman:
فَمَآ أُوتِيتُمْ مِّنْ شَىْءٍ فَمَتٰعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقٰى لِلَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Asy-Syura: Ayat 36)
Itulah sahabat, kesenangan di dunia ini tidak ada apa-apanya di bandingkan di akhirat. Orientasi orang berhijrah bukan lagi dunia, tapi akhirat. Jika kita mencari kebahagiaan akhirat, maka kebahagiaan dunia itu akan otomatis datang ke kita. Yakinlah, dan mulai tata niatmu ya sahabat...
2. Perhatikan Temanmu
Teman sangat berperan penting dalam berhijrah. Oleh karenanya, dulu para sahabat yang baru beriman oleh Rasulullah segera dipersaudarakan dengan sahabat lain yang sudah beriman lebih dulu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman" HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)
Ketika berhijrah, bergaulah dengan teman-teman yang shalih yang siap mendukung hijrahmu sahabat. Atau minimal jika kita tidak bisa mendapatkan teman seperti itu, carilah teman yang tidak menghambat atau menolak keputusanmu berhijrah, meski dia tidak bisa membantumu dalam proses ini.
3. Berdo'a
Jangan lupa untuk senantiasa berdo'a kepada Allah, agar tetap istiqomah. Do'a masyhur yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
"يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ"
"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(HR. At-Tirmidzi 3522)
Terus lah berdo'a sahabat, ketika ada masalah dalam hidupmu, adukan semuanya ke Allah. Teguhkan pendirianmu, lapangkan hatimu, dan kuatkan langkahmu untuk berhijrah, maka insyaaAllah Jannah adalah sebaik-baiknya balasan yang Allah berikan.
Ingatlah janji Allah Ta'ala,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِى كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat: Ayat 30)
Itulah 3 cara agar istiqomah dalam berhijrah. So, keep istiqomah sahabat! Semoga Allah meneguhkan langkah kita hingga ke syurga. Aamiin.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum.
Assalamu'alaikum
Sahabat fillah, hijrah merupakan suatu kewajiban untuk kita sebagai seorang muslim atau muslimah. Hijrah di sini bukan dalam arti berpindah tempat, tapi berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Pribadi yang kembali ke jalan yang di ridhoi Allah. Hijrah dalam arti meninggalkan kemaksiatan yang dulu sering dilakukan, dan mengerjakan berbagai amal shalih yang dulu sama sekali tak terfikirkan. To be better, itulah hijrah...
Tapi terkadang, hijrah tidak selamanya berjalan dengan lancar. Banyak saudara kita di luar sana yang sudah hijrah, namun kembali lagi seperti yang dulu. Ini yang kita sebut sebagai "gagal hijrah". Nah, karenanya, di sini saya akan sharing 3 cara agar kita bisa istiqomah dalam berhijrah.
1. Atur Niat
Niat adalah awal kita dalam berhijrah. Bisa dikatakan sebagai pondasi kita. Yang menjadi pantangan, jangan sampai sahabat berhijrah dengan niat karena dunia! Jika niat seseorang berhijrah karena dunia, maka dia akan sering kecewa, karena Allah tidak banyak menjanjikan urusan dunia kepada orang yang beriman. Kenapa? Karena bagi Allah dunia itu tidak ada nilainya, sedangkan yang bernilai (surga) akan khusus diberikan kepada hambanya yang beriman.
Allah Ta'ala berfirman:
فَمَآ أُوتِيتُمْ مِّنْ شَىْءٍ فَمَتٰعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقٰى لِلَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
(QS. Asy-Syura: Ayat 36)
Itulah sahabat, kesenangan di dunia ini tidak ada apa-apanya di bandingkan di akhirat. Orientasi orang berhijrah bukan lagi dunia, tapi akhirat. Jika kita mencari kebahagiaan akhirat, maka kebahagiaan dunia itu akan otomatis datang ke kita. Yakinlah, dan mulai tata niatmu ya sahabat...
2. Perhatikan Temanmu
Teman sangat berperan penting dalam berhijrah. Oleh karenanya, dulu para sahabat yang baru beriman oleh Rasulullah segera dipersaudarakan dengan sahabat lain yang sudah beriman lebih dulu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman" HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)
Ketika berhijrah, bergaulah dengan teman-teman yang shalih yang siap mendukung hijrahmu sahabat. Atau minimal jika kita tidak bisa mendapatkan teman seperti itu, carilah teman yang tidak menghambat atau menolak keputusanmu berhijrah, meski dia tidak bisa membantumu dalam proses ini.
3. Berdo'a
Jangan lupa untuk senantiasa berdo'a kepada Allah, agar tetap istiqomah. Do'a masyhur yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :
"يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ"
"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”(HR. At-Tirmidzi 3522)
Terus lah berdo'a sahabat, ketika ada masalah dalam hidupmu, adukan semuanya ke Allah. Teguhkan pendirianmu, lapangkan hatimu, dan kuatkan langkahmu untuk berhijrah, maka insyaaAllah Jannah adalah sebaik-baiknya balasan yang Allah berikan.
Ingatlah janji Allah Ta'ala,
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقٰمُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِى كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat: Ayat 30)
Itulah 3 cara agar istiqomah dalam berhijrah. So, keep istiqomah sahabat! Semoga Allah meneguhkan langkah kita hingga ke syurga. Aamiin.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum.
3 Cara agar Istiqomah Berhijrah
By Unknown
Langganan:
Postingan (Atom)
























