Dongeng-Realita : Perempuan, Cinta, dan Pernikahan – Ini adalah sepucuk nasehat cinta untuk kita semua. Nasehat yang pantas kita jadikan renungan dalam menghadapi sebuah hubungan.
Perhatikan cara berpikir kita yang terlanjur kacau dan penuh polusi.
TV dan majalah, adalah yang pertama kita lihat untuk mencari solusi. Operasi plastik, diet, dan berbagai obat, tetap saja tidak mengalami kemajuan. Putus asa setelah menumpuk uang, dan tidak mengerti mau diapakan. Mencoba solusi bersama wanita sampai pada perzinahan, hingga kemudian si perempuan tidak tahu siapa ayah dari bayi yang digendongnya.
Catatan : Bolehkan Menikahi Dia yang Punya Masa Lalu Buruk?
Kita sangat ketakutan terhadap komitmen, tapi tidak masalah dengan segala kerusakan (akibatnya). Ia telah mengandung bayimu tapi kamu tidak pernah terketuk dan mempertimbangkan pernikahan.
Lihat, ini yang terjadi ketika kita mengabaikan.
Allah telah memberikan contoh, yaitu Maryam (Nasrani memanggilnya Maria). Dialah seorang perempuan yang memiliki kesempurnaan sejak lahirnya, perempuan terbaik yang berjalan di lobi langit, dan perempuan terbaik yang berjalan di muka bumi. Yang paling mulia pada zamannya. Namanya diabadikan menjadi salah satu surat dalam Al-Qur’an.
Ia adalah wanita terbaik yang harusnya menjadi contoh untuk diikuti. Itulah kenapa Muslimah berpakaian sepertinya, seperti Maryam, yang ketika Allah perintahkan sesuatu, maka kita dengarkan dan taati.
Maryam memakai pakaian tertutup, tak peduli apa kata orang lain. Ia bersembunyi dalam waktu yang panjang, dan kepada Allah ia panjatkan do’a. Tatkala malaikat mengunjunginya dalam rupa seorang laki-laki dan berkata, “Jika engkau takut kepada Allah maka keluarlah!” Karena ketahuilah bahwa Maryam tidak ingin bersama laki-laki asing (yang tidak ia kenal).
Hari ini kita diajarkan tentang persamaan gender, tujuannya mendukung segala bentuk kebebasan individu. Mulai dari cara berpakaian yang hanya membawamu kepada kerendahan.
Mereka berkata, “Mengapa kamu memakai cadar?”, “Kami harus mengenali kamu!”, tapi di sini sedikit yang menghargai haknya. Hak sebagai perempuan yang takut kepada Allah dan ingin berkomitmen terhadap perintah agamanya.
Perhatikanlah, kita harus menghargai hak-hak wanita karena begitulah agama Islam mengajarkannya. Seorang laki-laki harus menundukkan pandangannya, tidak perlu melihat pernak-pernik perempuan (non-mahram) yang lewat. Bahkan kita tidak perlu bersalaman dengan mereka, karena pada dasarnya hanya ada satu alasan laki-laki ingin dekat dengannya.
Mungkin diantara kita ada yang tidak setuju, tapi jangan salahkan saya mengungkapkan sebuah kenyataan. Ketahuilah bahwa industri pornografi telah merauk miliaran rupiah, tapi kita masih saja belum mengerti apa masalahnya.
Seks sudah mengakar ke dalam tatanan masyarakat. Mereka mengeksploitasi perempuan untuk berjualan mobil. Tolong jangan kaget seolah-olah kita baru mengetahui kenyataan ini. Tapi sadarlah betapa berdosanya kita (membiarkan itu terjadi).
Coba kita mulai dari hal sederhana, tentang bagaimana harusnya kita berpakaian.
Seolah-olah ketika seseorang berpakaian mini maka dikatakan sebagai orang yang sukses. Mereka (orang-orang liberal) bahkan memaksakan perempuan untuk memakai hak tinggi, dan kemudian menuduh Islam memasung perempuan. Mereka menyuruh perempuan berpakaian ketat untuk membuka peluang.
Tapi kita terlanjur kehilangan akal sehat, dengan bangganya mereka mengatakan, “Coba lihat yang sudah dilakukan gadis-gadis itu untukku.” Maka kita tidak sepenuhnya menyalahkan perempuan karena kita punya tanggung jawab.
Nabi Muhammad bersabda, “Sebaik-baik mukmin adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik mereka adalah yang berbuat baik kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok terbaik kepada istri-istri beliau. Sebagai contoh adalah istri beliau, ‘Aisyah. Rasulullah pernah beradu lari dengannya sambil tersenyum hanya demi menyenangkannya.
Jadi ketika nanti engkau menikah, menikahlah dengan tujuan meraih surga-Nya, tempat yang harus engkau rencanakan untuk membawa istrimu. Tapi, kalau justru yang pertama ada di pikiranmu adalah memboyongnya ke panggung gedung, mungkin engkau harus mengubah cara berpikirmu, karena alasanmu menikahinya hanya kesan luarnya saja. Sadarlah bahwa kelak engkau akan seperti terkunci dalam penjara.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perempuan dinikahi karena 4 hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, tapi yang terpenting adalah nikahilah perempuan karena agamanya." (HR. Bukhari). Kerena wanita tanpa agama akan sedikit kebijaksanaannya. Sementara kita ingin hidup bersama sampai akhir hayat dengan penuh kasih sayang. Maka kita tetap meminta perlindungan kepada Allah.
Referensi lain : Sosok Perempuan yang Harus Dipilih untuk Dinikahi
Hubungan sesama manusia itu rapuh, tidak ada yang menjamin engkau mampu menjadi penyelamat. Jadi, berbaik-baiklah kepada istrimu nanti, maka Allah akan lebih baik lagi kepadamu. Jadilah laki-laki yang mampu berdiri di depannya, dan di waktu lain berdiri di sampingnya.
Ingatlah, jika engkau masih ingin mencari perempuan baik-baik, jangan dengan cara mengejarnya. Tapi kejar ridha Allah terlebih dahulu, nanti Allah akan jaminkan untukmu menemukannya.
- - - - - - -
Nasehat dari Kamal Saleh dalam videonya yang berjudul Love Marriage & Fairytales
Transkripsi & Artikel MuslimBaper.web.id
"Ini bukan dongeng" via MuslimBaper.web.id
Perhatikan cara berpikir kita yang terlanjur kacau dan penuh polusi.
TV dan majalah, adalah yang pertama kita lihat untuk mencari solusi. Operasi plastik, diet, dan berbagai obat, tetap saja tidak mengalami kemajuan. Putus asa setelah menumpuk uang, dan tidak mengerti mau diapakan. Mencoba solusi bersama wanita sampai pada perzinahan, hingga kemudian si perempuan tidak tahu siapa ayah dari bayi yang digendongnya.
Catatan : Bolehkan Menikahi Dia yang Punya Masa Lalu Buruk?
Kita sangat ketakutan terhadap komitmen, tapi tidak masalah dengan segala kerusakan (akibatnya). Ia telah mengandung bayimu tapi kamu tidak pernah terketuk dan mempertimbangkan pernikahan.
Lihat, ini yang terjadi ketika kita mengabaikan.
Allah telah memberikan contoh, yaitu Maryam (Nasrani memanggilnya Maria). Dialah seorang perempuan yang memiliki kesempurnaan sejak lahirnya, perempuan terbaik yang berjalan di lobi langit, dan perempuan terbaik yang berjalan di muka bumi. Yang paling mulia pada zamannya. Namanya diabadikan menjadi salah satu surat dalam Al-Qur’an.
Ia adalah wanita terbaik yang harusnya menjadi contoh untuk diikuti. Itulah kenapa Muslimah berpakaian sepertinya, seperti Maryam, yang ketika Allah perintahkan sesuatu, maka kita dengarkan dan taati.
Maryam memakai pakaian tertutup, tak peduli apa kata orang lain. Ia bersembunyi dalam waktu yang panjang, dan kepada Allah ia panjatkan do’a. Tatkala malaikat mengunjunginya dalam rupa seorang laki-laki dan berkata, “Jika engkau takut kepada Allah maka keluarlah!” Karena ketahuilah bahwa Maryam tidak ingin bersama laki-laki asing (yang tidak ia kenal).
Hari ini kita diajarkan tentang persamaan gender, tujuannya mendukung segala bentuk kebebasan individu. Mulai dari cara berpakaian yang hanya membawamu kepada kerendahan.
Mereka berkata, “Mengapa kamu memakai cadar?”, “Kami harus mengenali kamu!”, tapi di sini sedikit yang menghargai haknya. Hak sebagai perempuan yang takut kepada Allah dan ingin berkomitmen terhadap perintah agamanya.
Perhatikanlah, kita harus menghargai hak-hak wanita karena begitulah agama Islam mengajarkannya. Seorang laki-laki harus menundukkan pandangannya, tidak perlu melihat pernak-pernik perempuan (non-mahram) yang lewat. Bahkan kita tidak perlu bersalaman dengan mereka, karena pada dasarnya hanya ada satu alasan laki-laki ingin dekat dengannya.
Mungkin diantara kita ada yang tidak setuju, tapi jangan salahkan saya mengungkapkan sebuah kenyataan. Ketahuilah bahwa industri pornografi telah merauk miliaran rupiah, tapi kita masih saja belum mengerti apa masalahnya.
Seks sudah mengakar ke dalam tatanan masyarakat. Mereka mengeksploitasi perempuan untuk berjualan mobil. Tolong jangan kaget seolah-olah kita baru mengetahui kenyataan ini. Tapi sadarlah betapa berdosanya kita (membiarkan itu terjadi).
Coba kita mulai dari hal sederhana, tentang bagaimana harusnya kita berpakaian.
Seolah-olah ketika seseorang berpakaian mini maka dikatakan sebagai orang yang sukses. Mereka (orang-orang liberal) bahkan memaksakan perempuan untuk memakai hak tinggi, dan kemudian menuduh Islam memasung perempuan. Mereka menyuruh perempuan berpakaian ketat untuk membuka peluang.
Tapi kita terlanjur kehilangan akal sehat, dengan bangganya mereka mengatakan, “Coba lihat yang sudah dilakukan gadis-gadis itu untukku.” Maka kita tidak sepenuhnya menyalahkan perempuan karena kita punya tanggung jawab.
Nabi Muhammad bersabda, “Sebaik-baik mukmin adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik mereka adalah yang berbuat baik kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok terbaik kepada istri-istri beliau. Sebagai contoh adalah istri beliau, ‘Aisyah. Rasulullah pernah beradu lari dengannya sambil tersenyum hanya demi menyenangkannya.
Jadi ketika nanti engkau menikah, menikahlah dengan tujuan meraih surga-Nya, tempat yang harus engkau rencanakan untuk membawa istrimu. Tapi, kalau justru yang pertama ada di pikiranmu adalah memboyongnya ke panggung gedung, mungkin engkau harus mengubah cara berpikirmu, karena alasanmu menikahinya hanya kesan luarnya saja. Sadarlah bahwa kelak engkau akan seperti terkunci dalam penjara.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perempuan dinikahi karena 4 hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, tapi yang terpenting adalah nikahilah perempuan karena agamanya." (HR. Bukhari). Kerena wanita tanpa agama akan sedikit kebijaksanaannya. Sementara kita ingin hidup bersama sampai akhir hayat dengan penuh kasih sayang. Maka kita tetap meminta perlindungan kepada Allah.
Referensi lain : Sosok Perempuan yang Harus Dipilih untuk Dinikahi
Hubungan sesama manusia itu rapuh, tidak ada yang menjamin engkau mampu menjadi penyelamat. Jadi, berbaik-baiklah kepada istrimu nanti, maka Allah akan lebih baik lagi kepadamu. Jadilah laki-laki yang mampu berdiri di depannya, dan di waktu lain berdiri di sampingnya.
Ingatlah, jika engkau masih ingin mencari perempuan baik-baik, jangan dengan cara mengejarnya. Tapi kejar ridha Allah terlebih dahulu, nanti Allah akan jaminkan untukmu menemukannya.
- - - - - - -
Nasehat dari Kamal Saleh dalam videonya yang berjudul Love Marriage & Fairytales
Transkripsi & Artikel MuslimBaper.web.id
Dongeng-Realita : Perempuan, Cinta, dan Pernikahan
By Unknown
Jika Orang Tua Melarang Berjenggot - Seorang mualaf mengajukan pertanyaan kepada Dr. Zakir Naik, tentang bagaimana sikap yang harus ia lakukan terhadap ibunya yang melarang ia menumbuhkan jenggot. Sedangkan Ibu penanya adalah seorang non-muslim.
Berikut jawaban Dr. Zakir Naik :
MasyaaAllah, saudara tadi punya pertanyaan bagus.
Allah telah memberikannya hidayah, ia kini menjadi Muslim. Ia menyadari mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah adalah cara untuk masuk surga.
Setelah membaca hadits, ia pun mengikuti sunnah. Ia memakai peci dan memelihara jenggot.
Namun ibunya berkata, “Cukur jenggotmu! Lepas pecimu!”
Apa yang harus dilakukan?
Dalam surat Luqman ayat 14 dijelaskan :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ ۥ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَفِصٰلُهُ ۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوٰلِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu."
(QS. Luqman: 14)
Di ayat selanjutnya di sebutkan, surat Luqman ayat 15 :
وَإِنْ جٰهَدَاكَ عَلٰىٓ أَنْ تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beri tahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Luqman: 15)
Pesan yang sama juga disebutkan dalam surat al-'Ankabut ayat 8 :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. al-'Ankabut: 8)
Apa yang kita dapatkan dari Al-Qur’an dan Hadits shahih adalah perintah untuk menghormati dan menaati mereka. Namun, jika mereka menyuruhmu sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka pada kondisi itulah engkau bisa tidak menaati mereka, tapi tetaplah mencintai keduanya.
Catatan : 8 Jenis Manusia Beriman yang Dicintai Allah
Jika ia menyuruhmu memangkas jenggot, maka beritahukanlah padanya :
“Wahai Ibuku, Nabi yang tercinta telah bersabda seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari, “Selisihilah orang musyrik. Pendekkanlah kumis dan biarkanlah jenggot.” Aku sedang mengikuti perintahnya.
Dan Nabi yang sama juga telah bersabda, “Surga berada di bawah telapak kakimu.” Ibu aku mencintaimu, aku peduli padamu, aku menghormatimu. Nabi yang sama juga telah bersabda, bahwa orang yang paling utama untuk kita berbuat baik adalah ibumu, lalu ibumu, kemudian ibumu. Jadi, jika aku berhenti mematuhinya, itu berarti aku pun berhenti mematuhimu.
Ibu aku mencintaimu, aku menghormatimu, aku mentaatimu, selama engkau tidak menyuruhku menentang orang yang mengajakku ke surga (adalah Nabi Muhammad).”
Itu semua tergantung bagaimana caramu menyampaikannya.
Jika sebelum masuk Islam, kau tidak mau patuh pada ibumu. Misalnya ia menyuruhmu memakai baju warna biru, “Ibu, aku tidak suka warna biru!” Namun, setelah engkau masuk Islam, “Ibu, aku ingin memakai baju warna biru.” (engkau mematuhinya). Maka ibumu akan berpikir, “Apa yang terjadi pada anakku? Sebelum masuk Islam ia sering membantahku, namun kini ia jadi penurut.”
Jadi apa yang dulu sering engkau bantah pada ibumu sebelum masuk Islam, setelah masuk Islam mulailah untuk mematuhinya selama tidak menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau harus berubah! Tambah kecintaanmu, engkau harus menghormatinya!
Antar dia ke kuil. Syirik itu haram, namun ketika ia pulang dari kuil, maka menjadi tugasmu untuk mengantarnya pulang. Karena kita mencintai dan menghormatinya, sekalipun dirinya belum menjadi Muslim. Surgamu, tetap berada di bawah telapak kakinya!
Ibumu mungkin tidak sampai ke surga, namun surga terkait perbuatanmu kepada ibumu.
Maka cintai dia, hormati dia, taati dia, selama tidak menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia harus melihat perubahan dalam kehidupanmu! Maka ia akan menghargaimu, menghormati agamamu, dan ia pun akan menerima ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Artikel : Transkripsi video https://m.youtube.com/watch?v=94OTR57xBtA& (dengan pengubahan seperlunya)
Berikut jawaban Dr. Zakir Naik :
MasyaaAllah, saudara tadi punya pertanyaan bagus.
Allah telah memberikannya hidayah, ia kini menjadi Muslim. Ia menyadari mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah adalah cara untuk masuk surga.
Setelah membaca hadits, ia pun mengikuti sunnah. Ia memakai peci dan memelihara jenggot.
Namun ibunya berkata, “Cukur jenggotmu! Lepas pecimu!”
"Potong jenggotmu!" via MuslimBaper.web.id
Apa yang harus dilakukan?
Dalam surat Luqman ayat 14 dijelaskan :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ ۥ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَفِصٰلُهُ ۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوٰلِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu."
(QS. Luqman: 14)
Di ayat selanjutnya di sebutkan, surat Luqman ayat 15 :
وَإِنْ جٰهَدَاكَ عَلٰىٓ أَنْ تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beri tahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Luqman: 15)
Pesan yang sama juga disebutkan dalam surat al-'Ankabut ayat 8 :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. al-'Ankabut: 8)
Apa yang kita dapatkan dari Al-Qur’an dan Hadits shahih adalah perintah untuk menghormati dan menaati mereka. Namun, jika mereka menyuruhmu sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka pada kondisi itulah engkau bisa tidak menaati mereka, tapi tetaplah mencintai keduanya.
Catatan : 8 Jenis Manusia Beriman yang Dicintai Allah
Jika ia menyuruhmu memangkas jenggot, maka beritahukanlah padanya :
“Wahai Ibuku, Nabi yang tercinta telah bersabda seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari, “Selisihilah orang musyrik. Pendekkanlah kumis dan biarkanlah jenggot.” Aku sedang mengikuti perintahnya.
Dan Nabi yang sama juga telah bersabda, “Surga berada di bawah telapak kakimu.” Ibu aku mencintaimu, aku peduli padamu, aku menghormatimu. Nabi yang sama juga telah bersabda, bahwa orang yang paling utama untuk kita berbuat baik adalah ibumu, lalu ibumu, kemudian ibumu. Jadi, jika aku berhenti mematuhinya, itu berarti aku pun berhenti mematuhimu.
Ibu aku mencintaimu, aku menghormatimu, aku mentaatimu, selama engkau tidak menyuruhku menentang orang yang mengajakku ke surga (adalah Nabi Muhammad).”
Itu semua tergantung bagaimana caramu menyampaikannya.
Jika sebelum masuk Islam, kau tidak mau patuh pada ibumu. Misalnya ia menyuruhmu memakai baju warna biru, “Ibu, aku tidak suka warna biru!” Namun, setelah engkau masuk Islam, “Ibu, aku ingin memakai baju warna biru.” (engkau mematuhinya). Maka ibumu akan berpikir, “Apa yang terjadi pada anakku? Sebelum masuk Islam ia sering membantahku, namun kini ia jadi penurut.”
Jadi apa yang dulu sering engkau bantah pada ibumu sebelum masuk Islam, setelah masuk Islam mulailah untuk mematuhinya selama tidak menentang Allah dan Rasul-Nya. Engkau harus berubah! Tambah kecintaanmu, engkau harus menghormatinya!
Antar dia ke kuil. Syirik itu haram, namun ketika ia pulang dari kuil, maka menjadi tugasmu untuk mengantarnya pulang. Karena kita mencintai dan menghormatinya, sekalipun dirinya belum menjadi Muslim. Surgamu, tetap berada di bawah telapak kakinya!
Ibumu mungkin tidak sampai ke surga, namun surga terkait perbuatanmu kepada ibumu.
Maka cintai dia, hormati dia, taati dia, selama tidak menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia harus melihat perubahan dalam kehidupanmu! Maka ia akan menghargaimu, menghormati agamamu, dan ia pun akan menerima ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Artikel : Transkripsi video https://m.youtube.com/watch?v=94OTR57xBtA& (dengan pengubahan seperlunya)
Jika Orang Tua Melarang Berjenggot
By Unknown
Langganan:
Postingan (Atom)

