Pentingnya Rasa Cemburu

Berikut ini kisah tentang bagaimana pentingnya rasa cemburu yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA di salah satu kajian beliau:


"Ingat kisah waa Mu'tashimaah? (Perempuan yang memanggil Al Mu'tashim)
Kisah ini banyak diriwayatkan dalam kitab-kitab  yang banyak sekali. Diantara kisahnya, bahwasanya ada seorang syarifah. Dikatakan dia masih ada keturunan dengan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Dia ditawan oleh orang-orang Romawi. Dia digodain di sana. Ketika dia digodain sama orang Romawi, wanita ini mengatakan, "waa Mu'tashimaah?" "Kemana Mu'tashim?", kata dia.

Khalifahnya pada waktu itu Mu'tashim. Yang godain ni perempuan mengatakan, "Kemana Mu'tashim gak bakal denger engkau!". Salah satu orang muslim disitu (yang melihat kejadian itu) berangkat menuju ke Baghdad menyampaikan, bahwasanya ada seorang wanita muslimah, satu orang wanita muslimah di sana. Yang dia mengadu mengatakan "waa Mu'tashimaah", kata orang-orang Romawi gak bakal ada Mu'tashim.

Mu'tashim disebutkan pada waktu itu sedang istirahat. Ketika dia dengar seperti itu, Mu'tashim lalu mengatakan, "Labbaiki! Labbaiki! (Aku datang! Aku datang!)", kata dia. Digerakan umat Islam itu untuk menaklukkan Amoria (Amorion). Sampai 6 bulan itu nunggu penaklukan Amoria demi untuk menyelamatkan ini wanita. Imro'ah wahidah (hanya satu wanita)!.

Bagaimana kecemburuan ummat Islam pada waktu itu, antum pernah gak cemburu ketika mendengarkan......
saudari-saudari kita diperkosa, di Syam sana, di Suriah sana oleh tentara-tentara Bashar Asad. Pernah antum terasa cemburu dengan mereka?

Wallahi sekali-kali kalau antum sudah sibuk dengan dunia, antum cari di youtube sana. Saudari-saudari kita yang jadi korbannya Bashar Asad.
Wallahi kadang kalau sudah mati yang namanya kecemburuan kita terhadap wanita-wanita muslimah."

-Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.-

Itulah sahabat, semoga dapat dijadikan renungan bagi kita semua, agar lebih peduli terhadap saudara dan saudari kita. Cemburu tidak melulu kaitannya dengan kekasih, tapi cemburu itu harus ada terhadap saudara dan saudari kita seiman, sehingga timbul kepedulian kita kepada mereka.

Rasulullah ahallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang dibawakan oleh an-Nu’mân bin Basyîr Radhiyallahu anhu :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْمَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَّى. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ (وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ).
"Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur." [HR. Bukhâri dan Muslim]

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Pentingnya Rasa Cemburu

Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 2)

.........


Setelah dikasih minum, Rasulullah sujud lagi. Sujudnya lama banget, sambil menangis dihadapan Allah. "Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi...", terus Allah mengatakan, "Bangun Ya Muhammad, akan kuberikan apa yang kau minta".

"Ya Allah, selamatkanlah umatku dari sirat...".
Kata Allah, "Maka tunggulah mereka di ujung sirat."

Nabi menunggu kita di ujung sirat, sambil mengatakan "Allahumma sallim sallim, allahumma sallim sallim" (Ya Allah selamatkan, Ya Allah selamatkan). Maka yang amalnya banyak, dia lewat, lewat, lewat. Ada juga yang jatuh ke dalam neraka.
Ketika tau umatnya masih banyak yang di dalam neraka, langsung sujud lagi dihadapan Allah, sujud yang sangat lama.

Allah mengatakan, "Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, apa yang kau inginkan?"
"Ya Allah, selamatkanlah seseorang dari api neraka yang di dalam hatinya ada iman walaupun sekecil biji kurma"

Akhirnya kata Allah, "Selamatkanlah mereka yang ada iman sekecil biji kurma di dalam neraka."
Nabi langsung pergi ke pintu neraka, mencari umatnya.
"Wahai malaikat, cari umat saya yang ada iman sekecil biji kurma, dan selamatkan mereka"

Dikeluarin...
Ketika ketemu dengan Rasulullah mereka dalam keadaan habis disiksa luar biasa wajah mereka, tubuh mereka rusak parah. Rasulullah melihat mereka dengan air mata kasihan, memeluk mereka, dipersilahkan masuk ke surga. Setelah itu, beliau balik lagi ke hadapan arasy Allah, dibawah arasy Allah, Nabi sujud lagi yang lama. Dalam sujud yang lama itu kemudian Nabi menangis. Allah berkata,"Ya Muhammad, kenapa menangis?

"Ya Allah, selamatkanlah umat saya dari api neraka, yang mereka di dalam hatinya ada iman sekecil biji jagung."
Allah pun mengizinkan. Akhirnya Nabi Muhammad lari lagi ke neraka. "Wahai malaikat, keluarkanlah yang ada iman sekecil biji jagung."
Keluar lagi sekian ribu, sekian juta umat Nabi Muhammad. Udah selesai semua gak ada sisa, balik lagi ke bawah arasy Allah. Sujud lagi yang lama, nangis lagi sepanjang waktu yang cukup lama. Sampai Allah bertanya, "Ya Muhammad, bangkit, bangkit. Apa yang kau inginkan?"

"Ya Allah, keluarkan umatku yang ada di dalam neraka yang di dalam hatinya ada iman sekecil biji sawi (zarrah)."

Kata Allah, "Aku izinkan".

Lari lagi ke neraka, selamatin lagi. Balik lagi, sujud lagi.

Kata Allah, "Ya Muhammad, apalagi ya Muhammad? Bukankah aku sudah menyelamatkan banyak dari umatmu?"

"Ya Allah, demi kasih sayang yang engkau miliki...selamatkanlah umatku yang mereka tidak punya amal kecuali hanya mengatakan "La illaha illallah"."

Allah izinkan...

Nabi Muhammad kemudian lari ke neraka, menyelamatkan kita dengan seizin Allah.

Apakah orangtua kita bisa melakukan itu nanti di akhirat? Tidak..
Cinta paling besar dari Rasulullah, gak lupa sama kita. Kenal juga enggak, yang ada iman sekecil zarrah, yang ada iman sekecil biji jagung, yang ada iman sekecil biji kurma. Gak masalah, yang penting umatku Ya Allah, selamatkanlah mereka...

-Ust. Tengku Hanan Attaki, Lc-

Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 2)

Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 1)


Seorang suami lari dari istrinya, istri lari dari suminya, anak lari dari orangtuanya, pasangan lari dari pasangannya, sahabat lari dari sahabatnya...

Likullim ri-imminhum yauma idzin (pada hari itu semua orang)...sya'nun yughnih (sibuk ngurus diri sendiri)

Semua orang!
Nabi Adam, Nabi Nuh..semua anbiya, dan semua manusia, pada hari itu semuanya sibuk dengan diri sendiri.

Udah lupa tuh, kita dikuburin satu liang lahat dengan pasangan sejati kita, tapi pas kita bangkit, kita gak akan liat ke sebelah kanan kiri kita. Gak peduli! Dia ngeliat kita, dia tau ini suami saya nih, dia tau ini anak saya, dia tau ini orangtua saya, dia tau bahwa kita adalah kekasihnya, dia tau! Tetapi, saking takutnya dia terhadap dirinya dan saking dia mementingkan dirinya, pada hari itu dia gak peduli dengan kita. Bahkan naudzubillah, kalau kekasihnya di sebelah diseret malaikat, dia gak akan nolong! Gak akan nolong kita dia mah...Dia yang penting selamat, "Ah, saya udah selamat." Kekasihnya? Ya terserah...Nanti, nanti kalau dia udah beres, baru itu dia...itu juga gak semua orang bisa seperti itu...

Tapi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, satu-satunya orang yang pada hari itu sangat sibuk, mondar-mandir, mondar-mandir, sibuknya luar biasa cuma satu orang....


Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam

Beliau sibuk banget. Gimana sibuknya Rasulullah?
Ketika lagi di padang mahsyar, Rasulullah langsung mencari, "Dimana umatku, dimana umatku?" Dikumpulin semua umatnya, kemudian Nabi sujud  kepada Allah dengan sujud yang sangat lama. Sampai Allah mengatakan,"Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu, minta akan saya beri."
"Ya Allah saya tidak akan bangkit dari sujud saya sebelum saya mendapatkan apa yang engkau janjikan. Ya Allah,  berikan kesempatan saya untuk memberi minum kepada umat-umat saya. Mereka kehausan, Ya Allah, dibawah terik matahari."

Akhirnya Allah mengatakan, "Ya Muhammad, ini telaga Al-Kautsar, beri minum pada umatmu"
Terus beliau memberikan minum satu per satu, bahagia banget. Ketemu umatnya tuh kayak ketemu kekasih lama. Kasih minum...setelah minum satu teguk, kita gak akan haus lagi selama-lamanya.

Ketika seorang ayah, ibu, kekasih meninggalkan kita, Rasulullah mencari kita, dimana fulan? Dimana fulan?

..............

-Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc.-

Yang Tak Pernah Bertemu, Tapi Sangat Mencintai (Part 1)

7 Masalah Hidup dan Solusinya dalam Al-Qur'an

Assalamu'alaikum
Sahabat, hidup pasti tidak bisa lepas dari masalah. Semua orang pasti pernah terkena masalah. Dan terkadang dari masalah itu, muncul kegalauan dan kesedihan hati yang teramat dalam. Subhanallah..


Al-Qur'an, kitab umat Islam, petunjuk bagi semua orang yang beriman. Di dalamnya, Allah telah memberikan berbagai solusi hidup yang kalau kita ingat dan amalkan, maka apapun masalah kita, pasti bisa kita hadapi dengan sukses. Dan kali ini, saya akan sampaikan setidaknya 7 masalah hidup beserta solusinya di dalam Al-Qur'an.

1. Di saat sedih
Allah berfirman :

وَبَشِّرِ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ  ۖ  كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا  ۙ  قَالُوا هٰذَا الَّذِى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ  ۖ  وَأُتُوا بِهِۦ مُتَشٰبِهًا  ۖ  وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ  ۖ  وَهُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 25)

2. Memiliki dosa yang begitu banyak
Allah berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُ ۥ  هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar: Ayat 53)

3. Ketika galau 
Allah berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ  ۗ  أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 28)

4. Gelisah karena belum bertemu jodoh
Allah berfirman:

وَمِنْ ءَايٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً  ۚ  إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum: Ayat 21)

5. Usaha kita tidak dihargai oleh orang lain
Allah berfirman:

إِنَّ هٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَآءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُورًا
"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah)."
(QS. Al-Insan: Ayat 22)

6. Orang sombong menentang kita
Allah berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُونَ قَالُوا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,""
(QS. Al-Furqan: Ayat 63)

7. Rezeki sempit
Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً  ۚ  وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ  عَلَى اللَّهِ  ۗ  وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa': Ayat 100)

Terakhir sahabat, sebanyak apapun masalah kita, ingatlah bahwa Allah tidak pernah menginginkan kesulitan untuk kita, dan Allah selalu menginginkan kebaikan untuk kita.
Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 185)

Jadi, pasti ada kebaikan yang Allah siapkan dibalik semua masalah-masalah yang kita dapatkan. Dan kebaikan itu akan kita dapatkan, ketika kita mau bersabar dan bersyukur kepada Allah apapun kondisi kita.

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

7 Masalah Hidup dan Solusinya dalam Al-Qur'an

Bolehkan Menikahi Dia yang Punya Masa Lalu Buruk?

Assalamu'alaikum

Sahabat, berikut saya sampaikan potongan kajian dari Ust. Hanan Attaki. Beliau menjawab pertanyan salah seorang perempuan yang bertanya tentang hukum menikahi dia yang punya masa lalu buruk. Silahkan disimak, dan semoga bermanfaat.


Pertanyaan:
Dari seorang fulanah,

"Saya pernah dengar ceramah salah satu ustadz di Indonesia, bahwa kalau kita memilih suami itu jangan yang punya masa lalu buruk. Katanya kan nanti takutnya imbas ke rizkinya. Karena pernah ada suami istri yang datang ke tempat beliau, kemudian pas ditanya pernah melakukan dosa besar atau tidak, ternyata si suami itu pernah melakukan. Nah, karena hal itu, dalam rumah tangga tersebut akhirnya rizkinya agak susah. Dari si istri dan suami pun menceritakan bahwa suaminya tidak dapat-dapat kerja, terus istrinya juga tidak hamil-hamil. Nah, jika ada seorang laki-laki yang mau khitbah kita, dengan masa lalu yang kelam sekali. Tetapi laki-laki tersebut sudah bertaubat nasuha dan sudah hijrah dan sudah kembali baik. Kalau dari kitanya sudah menerima, tapi karena kita udah pernah denger kajian tersebut, itu bagaimana ya ustadz? Tolong penjelasannya..."

Jawaban:
Oleh Ustadz Tengku Hanan Attaki, Lc.

"Saya pengen sharing cerita Umar bin Khattab melamar salah satu putrinya Ali bin Abi Thalib. Dan kita tau-kan masa lalunya Umar, yang begiu kelam, yang pernah melakukan dosa-dosa besar, bahkan dosa syirik, membunuh, dan seterusnya. Ketika Umar jadi khalifah, Umar datang kepada Ali. Dia bilang, "Ya abal Hasan, saya itu sudah punya hubungan dengan Rasulullah lewat Hafsah (anaknya Umar yang menjadi istri Rasul). Nah, saya pengen menyempurnakan kekeluargaan saya dengan cara membangun hubungan dengan kamu, Ali. Saya pengen melamar putrimu, ya Abal Hasan"
Dan Ali ternyata mau menikahkan putrinya dengan Umar bin Khattab. Seandainya kaidah itu berlaku dalam segala urusan, pasti Ali lebih selektif daripada kita. Karena Ali itu, tau kan..yang nggak pernah, maaf, melihat auratnya sendiri nggak pernah. Itu Ali ya, auratnya sendiri aja nggak pernah liat. Bayangin, orang seterjaga Ali ini, mau menikahkan putrinya yang sangat terjaga juga, putri yang luar biasa, dengan orang yang punya masa lalu seperti Umar bin Khattab.

Jadi, Allah tidak melihat masa lalu kita, jika kita sudah menutupnya dengan taubat. Masa lalu itu baru mempengaruhi masa depan kita, kalau kita belum bertaubat. Akan mempengaruhi rizki, mempengaruhi keberkahan hidup, mempengaruhi ilmu, iya, kalau belum bertaubat. Tapi kalau sudah bertaubat, maka Allah saja sudah menghapus. Siapa kita untuk tidak melupakannya? Allah saja sudah melupakan. Allah saja sudah memuliakan hambanya yang bertaubat. Hari dia ber-istighfar, hari itu dia jadi kekasih Allah. Kalau dia jadi kekasih Allah, kenapa kita nggak mau jadi kekasihnya?

Walaupun, kalau ada dua pilihan, kita memilih yang paling bersih masa lalunya, bukan berarti kita menjudge orang ini kotor, tidak. Hanya untuk mungkin, lebih nyaman aja buat kita. Itu subjektif ya. Tapi kalau dari sisi agama, Allah menyama ratakan hamba-Nya yang punya masa lalu seburuk apapun, asalkan masa sekarangnya sama-sama beribadah dan taat kepada Allah.
Jadi, cerita Umar sama Ali itu jadi contoh, bahwa Ali nggak liat masa lau Umar. Kalau liat itu pasti nggak ada yang mau jadi Istrinya Umar."

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Bolehkan Menikahi Dia yang Punya Masa Lalu Buruk?

Kunci Sukses dalam Mengatasi Masalah Hidup

Assalamu'alaikum

Sahabat fillah, setiap orang pasti pernah mendapatkan masalah, mulai dari masalah kecil sampai yang besar. Dan ketika masalah itu datang, kita tidak bisa lari darinya, melainkan harus diselesaikan hingga tuntas. Tapi, pernahkan kita mendapatkan masalah yang begitu besar, sehingga membuat kita merasa bahwa tidak ada lagi penyelesaian, tidak ada lagi jalan keluar dari masalah itu.


Kita telah meminta tolong kepada banyak orang, mencoba berbagai cara yang bisa kita lakukan, tapi masalah itu tetap saja tak terselesaikan. Jalan buntu, itu yang selalu kita temui.

Di saat seperti itu sahabat, sebenarnya ada satu cara yang terkadang kita lupakan. Padahal cara itulah yang paling jitu untuk menyelesaikan masalah kita. Yaitu dengan cara meminta tolong kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Allah-lah satu-satunya yang mempunyai jalan keluar dalam setiap masalah kita, dalam setiap kebuntuan hidup kita. Libatkan Allah, maka masalah apapun akan terselesaikan.

Nabi Musa 'alaihi salam dalam masalahnya...

Kita coba belajar dari beberapa kisah perjalanan Nabi Musa yang dijelaskan dalam Al-Qur'an. Salah satu kisahnya adalah ketika Nabi Musa dan kaumnya yang tengah lari dari kejaran pasukan Fir'aun yang ingin membantainya. Pada waktu itu, Nabi Musa dan kaumnya lari hingga sampai ke tepi pantai. Sampai disana, tidak ada lagi jalan untuk lari. Yang ada hanyalah lautan luas yang tidak mungkin dilewati. Padahal Fir'aun dan pasukannya semakin dekat dan sudah nampak di depan mata. Pasukan yang siap membantai habis Nabi Musa dan kaumnya. Melihat pasukan Fir'aun semakin dekat, sedangkan tidak ada lagi jalan untuk lari, kaum Nabi Musa pun mulai gentar dan putus asa. 

فَلَمَّا تَرٰٓءَا الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحٰبُ مُوسٰىٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
"Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul.""
(QS. Asy-Syu'ara': ayat 61)

Mendengar perkataan kaumnya itu, Nabi Musa kemudian secara tegas membantah mereka.

قَالَ كَلَّآ  ۖ  إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ
"Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.""
(QS. Asy-Syu'ara': ayat 62)

Nabi Musa mengatakan itu dengan penuh keyakinan kepada Allah, bahwa Allah pasti akan menolongnya. Dan benarlah, karena keyakinan itulah Allah kemudian menolong Nabi Musa dan kaumnya.

Allah Ta'ala berfirman:
فَأَوْحَيْنَآ إِلٰى مُوسٰىٓ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ  ۖ  فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
"Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar."
(QS. Asy-Syu'ara': Ayat 63)

Nabi Musa dan kaumnya pun melewati laut yang terbelah itu dengan selamat, sedangkan Fir'aun dan pasukannya yang juga membuntuti dibelakang menemui kebinasaan. Laut kembali menyatu dan menenggelamkan mereka sebelum mereka sampai ke pantai seberang. Itulah cara Allah dalam menolong hamba-Nya.

Sahabat...
Dari kisah tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa sebesar apapun masalah kita, selalu ada jalan keluar. Dan jalan keluar itu ada di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Maka mintalah tolong kepada Allah dengan penuh keyakinan. Ingat, dengan penuh keyakinan! Karena Allah tidak akan menolong seseorang yang dia ada perasaan ragu terhadap pertolongan Allah. Sebaliknya, ketika dia yakin 100% kepada Allah, maka pasti Allah akan tolong dia. Pasti, Allah akan berikan jalan keluar, dan solusi dalam semua masalah kita.

Itulah sahabat, mari kita mulai biasakan untuk melibatkan Allah dalam setiap masalah kita, jangan sedih, ingatlah...inallaha ma'ana (sungguh, Allah bersama kita)

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Kunci Sukses dalam Mengatasi Masalah Hidup

My Masjid, My Adventure!

Assalamu'alaikum

Sahabat fillah, masjid adalah tempat ibadah umat islam. Masjid adalah tempat yang suci, yang paling di cintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala. 

Disebutkan dalam hadits yang shahih, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya"
(HR. Muslim)



Maka, seharusnya masjid yang begitu dicintai Allah, juga menjadi tempat favorit untuk kita datangi, karena keberkahan begitu besar ada di dalamnya. Namun ironisnya, masyarakat terutama kaum muda mudi malah malas untuk melangkahkan kaki ke masjid, tapi dengan senangnya pergi ke pantai, ke cafe, dan ke tempat hiburan-hiburan lainnya. 

Betapa banyak generasi Islam yang mampu mendaki ribuan meter ke puncak gunung dengan gagahnya, tapi untuk melangkah ke masjid yang hanya di sebelah rumah ia tidak mampu. Tidak ada sama sekali kecintaanya kepada masjid, apalagi untuk memakmurkannya. 

Inilah yang harus kita ubah sahabat. Bagi umat Islam, masjid bukan hanya tempat untuk sholat, tapi juga sebagai tempat untuk sharing ilmu-ilmu Islam, aktivitas sosial dalam rangka ta'awun, dan tempat yang paling ideal untuk menenangkan hati dan pikiran. My masjid my adventure, itu berarti kemanapun kita pergi, kita tidak lupa dengan masjid. Di saat kita dalam perjalanan ke suatu tempat, maka masjid adalah yang paling kita cari dalam perjalanan itu. Masjid sebagai tempat kita hangout bersama teman-teman, dan tentunya tempat kita mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

Apalagi jika kita dalam kondisi sedih, galau, karena begitu banyaknya masalah yang kita hadapi, maka masjid adalah satu-satunya tempat yang paling pas, untuk menghilangkan kesedihan dan kegalauan kita. Di sanalah tempat yang paling ideal untuk menuangkan semua perasaan kita kepada Allah. 


Seperti halnya kisah sahabat Nabi, Julaibib. Ia yang mempunyai masalah dalam hal percintaan, dimana tidak ada satupun wanita, baik merdeka maupun budak yang mau ia lamar, karena kondisi Julaibib waktu itu adalah budak, tidak punya harta, dan wajah yang juga biasa-biasa saja, membuat setiap kali ia datang melamar wanita, selalu ditolak. Hingga kemudian Julaibib datang ke masjid untuk mengadukan masalahnya ke Allah subhanahu wa ta'ala. Masjid menjadi tempat Julaibib untuk curhat ke Allah, dan meminta bantuan-Nya. Tak lama kemudian, datanglah pertolongan Allah melalui Rasulullah, Julaibib atas nasehat Rasulullah kemudian melamar seorang putri kepala suku. Tak disangka, putri cantik berstatus anak kepala suku masyhur itu malah dengan senang hati menerima lamaran Julaibib. Disaat wanita lain, bahkan budak menolak lamaran Julaibib, perempuan berpendidikan menerima Julaibib atas dasar taqwa. MasyaaAllah, inilah keajaiban yang Allah berikan kepada Julaibib. Kita pun harusnya juga seperti itu. Tak perlu lagi bingung mau kemana jika galau menghampiri, datang saja ke masjid, dan adukan semuanya ke Allah. Lalu yakinlah, Allah bukan hanya akan menghapuskan kegalauan, tapi juga memberikan pertolongan. Hasbunallah wa nikmal wakiil.

Sahabat..

Terakhir, kejayaan umat Islam tidak datang dari cafe-cafe, tidak pula datang dari pasar, tapi kejayaan umat Islam, datang dari masjid! Mari, kita serukan gerakan my masjid, my adventure, dimulai dari diri kita, lalu keluarga, dan teman-teman kita. Keep hamasah!

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

My Masjid, My Adventure!