Jangan Mendekati Zina!

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ  ۖ  إِنَّهُ ۥ  كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra': Ayat 32)


Jangan mendekati zina!
Dia adalah kelakuan yang keji. Allah menyebutnya sebagai sebuah kelakuan yang keji dan kotor. Jalannya hanya mengarah pada bahaya. Kau ingin mengambil jalan itu? Dia akan menuntunmu ke akhir yang buruk. Dia tak punya akhir yang baik. Tidak ada jalan yang baik. Kau harus kembali. Ini sebagaimana kau di jalan tol dan kau tidak tahu jalan keluarnya. Kau terus melaju, terus melaju, kamana kau akan pergi? Kau akan semakin jauh dan jauh. Ini akan menyebabkanmu tersesat. Kau harus kembali! Dan ambilah jalan yang benar.

Begitu juga, bahkan jangan mendekati zina. Mari kita analisis ini sejenak. Zina, persetubuhan haram, percabulan, ini bisa dilakukan ketika seseorang sudah menikah atau ketika masih lajang. Hukumannya ketika kau sudah menikah lebih besar, daripada hukuman ketika kau masih lajang. Tapi keduanya adalah dosa besar. Keduanya mendatangkan hukuman yang sangat buruk di dunia ini dan juga di akhirat. Jika mereka bertaubat di dunia ini, maka Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni mereka. Tapi jika mereka tidak bertaubat darinya, dan mereka meninggal dalam dosa itu, maka Allahu akbar hukumannya sangat mengerikan.

Ini adalah peringatan dari Allah, dengan tujuan untuk menjaga kesucian kita, menjaga moral kita, menjaga keluarga kita, menjaga masyarakat kita, menjaga komunitas kita, Islam melingkupi semuanya. Seorang Muslim berada di dalam sistem ini untuk orang lain, memberi, mengurus masyarakat, komunitas, yang tua dan muda, semua orang.

Di sisi lain, kita hidup dalam masyarakat sekuler dimana hanya tentang individu. Segalanya tentang perseorangan, diri sendiri. Kau bisa melihat dampaknya, keegoisan menjadi sangat tinggi, tak terukur lagi.

Sebagian orang berasumsi jangan mendekati zina artinya kau bisa keluar, kau bisa menyentuh, kau bisa menghabiskan waktu, kau bisa melakukan semua itu asalkan jangan melakukan persetubuhan. Inilah yang mereka pikir. Mereka pikir Allah berfirman "jangan lakukan itu." Jika kau menganalisis ayatnya, Allah tidak berfirman, "Jangan lakukan zina", Dia berfirman "Jangan mendekati zina". Ada perbedaan antara melakukan dengan mendekati.

Jadi terkadang ketika ada sesuatu yang berbahaya, orang memasang pagar, dan pagarnya jauh dari area tersebut. Dan kemudian mereka memberi tanda peringatan, dan jika ini masih berbahaya mereka akan menutup jalannya, sehingga tidak ada jalan di dekatnya. Semakin dekat kau menghampiri, semakin berbahaya hal itu. Jadi jangan mendekatinya!

Allah berfirman kepada kita, jangan mendekati zina! Sebuah tatapan berarti mendekati, sebuah sentuhan berarti mendekati, sebuah kata-kata rayuan di tempat tertutup adalah mendekati. Minta nomor HP, kecupan, sentuhan, semua hal ini mendekati. Allah berfirman jangan mendekati zina. Karena ketika kau mendekati jalan itu, dan jika kau terus melakukannya, hasrat dan hawa nafsumu akan terus menggodamu, akan terus memprovokasimu, dan akan terus merayumu.

Kenapa seorang manusia merasa sangat sulit berhenti darinya? Kenapa kau terus melakukannya? Kenapa hal ini tidak berhasil ketika kita berkata, "Tak apa, aku hanya akan melakukannya sejauh ini. Aku tidak akan pergi lebih jauh lagi. Aku tidak akan terperosok lebih dalam."? Dan akhirnya kau pergi jauh lebih dalam daripada yang kau pikirkan.

Kenapa, kenapa ini terjadi pada manusia? Ini karena sifat alami psikologi manusia yang telah Allah ciptakan, dan Dia Yang Lebih Mengetahui. Dan karena alasan inilah Dia berfirman, laa taqrobu! "Jangan mendekati (zina)!"

-Syaikh Bilal Assad-

Jangan Mendekati Zina!

Tak Perlu Khawatir, Semua akan Indah pada Waktunya

Assalamu'alaikum

Sahabat fillah, waktu adalah salah satu modal terpenting kita dalam menjalani hidup. Sedikit saja waktu kita terbuang, maka sama saja kita telah membuang kesempatan untuk sukses. Waktu begitu penting, sehingga hanya orang yang mampu memanajemen waktu yang berhak untuk sukses.

Allah berfirman: 

وَالْعَصْرِ
"Demi masa."

إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَفِى خُسْرٍ
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"

إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr: Ayat 1-3)


Lihatlah, Allah sampai bersumpah atas nama waktu, ini menunjukkan betapa penting dan berharganya sebuah waktu. Memanfaatkannya sebaik mungkin merupakan kewajiban kita, jika sukses adalah harapan kita.

Begitu pentingnya waktu, terkadang kita tidak mau menggunakannya sebaik mungkin. Ingat, disini kita tidak mau, bukannya tidak mampu. Allah memberikan kemampuan, tapi kita gunakan untuk hal lain yang tidak seharusnya. Seringkali kita gunakan waktu itu untuk memperjuangkan hal-hal yang belum saatnya kita perjuangkan, hanya karena angan-angan kosong tentang kebahagiaan bersamanya. Tapi ternyata, semua itu hanyalah angan, tak lebih berarti dari sebuah omong kosong, kebohongan nafsu dan kerapuhan hati yang hanya akan meninggalkan luka. Disaat itulah kita jatuh dan tertinggal, sedangkan waktu tak pernah menunggu dan tak akan kembali.

Ku yakinkan padamu, semuanya akan indah pada waktunya...

Semua akan indah pada waktunya, tatkala kita mau menggunakan waktu sesuai dengan yang seharusnya. Jangan pernah membuang waktumu untuk hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat. Berpikirlah logis! Jangan mau terbawa perasaan yang hanya akan menjatuhkanmu secara diam-diam. Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan sekarang. Fokus! Jangan pernah menunda pekerjaan yang bisa kau lakukan sekarang.

Tapi ingatlah, jangan lakukan apa yang belum seharusnya kau lakukan sekarang! Karena itu hanya akan membuang waktumu. Jangan kau habiskan waktumu dalam hubungan yang dilaknat Allah, tapi persiapkanlah dirimu untuk membentuk hubungan yang dirahmati Allah. Pantaskan, bukan malah memaksakan, karena waktu tidak bisa diulang. Mulai dari sekarang, pergunakan waktu untuk kebaikan. Maka yakinlah, tak usah banyak kau fikirkan, tak perlu kau resahkan, semua itu akan indah pada waktunya. Kuncinya, gunakan waktumu sesuai aturan Allah subhanahu wa ta'ala, maka kau tidak akan pernah kecewa.

Sahabat, renungkanlah sebuah motivasi indah dari Teguh Awee berikut ini:

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Bayangkan ada sebuah bank yang memberikan Anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400 sepanjang paginya. Semua uang itu harus Anda gunakan, pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang Anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bank itu bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik, pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberi sisa waktunya pada Anda.

Anda tidak bisa menariknya kembali, juga Anda tidak bisa meminta uang muka untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda.
Jam terus berdetak, gunakan waktu Anda dengan sebaik-baiknya.

 Agar tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada murid yanh tinggal kelas. Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature. Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan editor majalah mingguan. Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalaj pesawat terbang. Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan. Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraij medali perak olimpiade.

"Hargailah setiap waktu yang Anda miliki, dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa"

-47 Kisah Inspiratif-
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Itulah sahabat, mulailah untuk memanajemen waktu sebaik mungkin. Jangan sampai penyesalan datang disaat semuanya sudah sulit diperbaiki. Waktu, tidak akan menunggu kita, tapi kita yang akan menjemput waktu. Let's move!

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Tak Perlu Khawatir, Semua akan Indah pada Waktunya

Being Gentle to Achieve Confident


Bersikap Gentle untuk Meraih Kepercayaan Diri

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""

“Obatmu ada dalam dirimu, namun engkau tidak tahu, penyakitmu juga dari dirimu sendiri. Namun engkau tidak melihat. Engkaulah “Kitab Penjelas” yang melaluinya huruf-huruf menampakkan yang tersembunyi. Kau kira dirimu adalah raga kecil. Padahal dunia terbesar terhampar dalam dirimu. Kau tidak membutuhkan selain dirimu”.

Maksud dari pernyataan di atas bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk mengingatkan seberapa besar potensi kita untuk menjadi manusia terbaik. Kepercayaan diri membawa kekuatan dalam mengatur langkah kita. Kita juga merupakan faktor utama dalam mengatasi masalah. Seperti sebuah bahtera, percaya diri adalah mesin yang membuatnya bisa sampai pada tujuan dengan mudah. Karena badai, ombak, gelombang, dan segala rintangan yang dahsyat tidak dapat menghentikan langkahnya.

Seseorang yang percaya diri, menyadari bahwa di dalam dirinya ada potensi besar yang dapat dikembangkan, bahwa dirinya adalah insan pilihan, unggul, spesial, yang diciptakan oleh Allah ke dunia ini dengan tidak main-main dan tidak pula kebetulan. Kehadiran nya merupakan andalan bagi-Nya guna mengharumkan nama-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya. Dia selalu melihat sisi positif dalam melihat suatu keadaan (seeing all in good). Rintangan yang menghadang akan membuatnya semakin kuat dan tegar. Dia yakin Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan. Selalu menganggap dirinya terhebat serta tidak pernah  untuk meremehkan orang lain. Terus belajar dan berlatih, semata-mata untuk mencari ridha Allah sekaligus terbebas dari kebodohan dan keterpurukan.

Dia terus menggali kemampuan terbaiknya, dan tidak pernah fokus memikirkan dan terlarut-larut pada kelemahan dan kekurangannya. Dengan terus mengasah kemampuan terbaiknya maka akan menutupi kelemahan dan kekurangannya. Insya Allah.

Dia yang memiliki percaya diri akan memancarkan semacam karisma yang menggetarkan suasana hati orang-orang di sekitarnya. Rasa percaya diri membentuk semacam ketegasan dan keberanian di saat ia harus mengambil ketegasan atau keputusan. Walaupun sulit dan berisiko dia yang percaya diri akan berani menerimanya sekalipun itu menyakitkan.

Orang yang percaya diri bukan berati buta terhadap kesalahannya. Sebaliknya, dia terus berproses meningkatkan keandalan dan keaslian diri, mengakui kesalahan diri, dan tetap berani melangkah dengan bijaksana. Mugi-mugi Allah Ngijabahi. Amin.

Panggul, 25 September 2017

Syafiul Ardi Firmansyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Follow IG: @ardisyafiul

Being Gentle to Achieve Confident

The Perfection is Imposible

KESEMPURNAAN=MUSTAHIL


Apakah anda pernah ingin mencoba sesuatu tetapi takut akan kegagalan? Takut jatuh? Takut akan ketidak mampuan dalam bertindak nantinya? Sebenarnya letak masalah bukan berasal dari skill atau kemampuan yang anda miliki. Tetapi rasa ke khawatiran dan juga target kesempurnaan sebelum tindakan itu dilakukan.

          Tentu saja sangat baik bila kita telah memperhitungkan  target dari pekerjaan yang akan kita lakukan.kita juga boleh menentukan kualitas dari hasil pekerjaan yang di lakukan. Namun apabila kualitas dan target kita justru menjadi beban dan ngriwu’i atas upaya atau tindakan yang akan kita lakukan. Ibarat penulis yang mempunyai ide dan point of success yang besar, namun ia ragu terhadap kemampuan jari-jemari nya dalam menulis. Karena khawatir akan menerima ejekan. Karena takut target tidak tercapai, yang akhirnya penulis enggan dan tidak pernah melahirkan sebuah tulisan.

          Bagaimana cara kita agar lepas dari belenggu itu? Cukup dengan meyakini bahwa kesempurnaan itu milik Allah, artinya jangan mematok kesempurnan sebagai sebuah standar dalam meberikan penilaian atas pekerjaan yang akan kita lakukan.kita perlu meyakini bahwa kita hanyalah manusia, dengan demikian pasti akan terdapat kekurangan dalam kita melangkah

Yang Akan Menjadikan Kita Menjadi Manusia Terbaik Adalah Tetap Berusaha Memperbaiki Apa Yang Dibuatnya. Yang Jatuh Akan Tetap Bangun, Inilah Manusia Yang Baik Yang Sedang Menuju Titik Kesempurnaan. 

Pandangan tentu tidak dimaksudkan agar kita berbuat seadanya atau sejadinya saja. Kita tetap ingin menghasilkan karya yang terbaik, yang mendapatkan pestise yang terbaik pula. Namun baik atau kurangnya sebuah karya baru bisa dinilai setelah karya tersebut lahir.

Batas pencapaian manusia dimaksudkan agar kita tidak terbelenggu oleh sifat terlalu “ingin sempurna” (perfeksionis). Sebenarnya itu adalah hal yang normal atau wajar jika kita ingin memiliki karya yang sempurna. Namun kesempurnaan butuh proses yang panjang. Dan jika sifat “ingin sempurna” tadi hanyalah selubung dari rasa malas untuk berkarya ataupun takut untuk berkarya atau juga keengganan untuk memulai sesuatu, maka semua itu adalah hanya sebagai alasan untuk tidak berkarya. 

Terus berkarya merupakan etos yang sangat perlu ditumbuhkan. Karya yang anda buat akan membantu diri anda untuk mengkoreksi atau member penilaian atas apa yang anda kerjakan. Bagaimana anda bisa menilai dan memperbaiki hasil jika belum pernah mengerjakan sesuatu yang menghasilkan?Untuk itu lakukan sesuatu buatlah karya tulislah sastra agar anda tahu seberapa besar potensi di diri anda. Dan tugas terpenting anda adalah bersedia untuk menerima kritikan serta saran orang lain. Meskipun kadang terasa sakit tapi percayalah semua itu merupakan proses menuju kesempurnaan.

Panggul, 23 September 2017

Syafiul Ardi Firmansyah
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
follow IG : @ardisyafiul

The Perfection is Imposible

Mungkinkah Menikah Tanpa Pacaran?

Assalamu'alaikum

Sahabat fillah, menikah adalah momen hidup yang begitu istimewa. Sebuah ibadah yang senantiasa ingin segera kita wujudkan. Bagaimana tidak, saat itulah kita akan di ikat dengan pasangan hidup kita dalam ikatan yang sah. Sebuah awal baru dalam catatan hidup, dimana kita memiliki pemimpin ataupun pendamping dalam menitih jalan ini.



Menikah adalah ibadah seumur hidup. Maka perlu persiapan yang matang sebelum menjalaninya. Sebuah proses sebelum menikah, akan berpengaruh besar terhadap jalannya sebuah pernikahan. Namun, lagi-lagi fitnah besar muncul dan menyebar di kalangan ummat. Sebuah fitnah yang mengatas namakan suatu proses sebelum pernikahan. Fitnah itu tak lain adalah PACARAN.

Demi Allah sahabat, ketahuilah bahwa pacaran bukanlah suatu proses dalam pernikahan. Bukan suatu jalan, bukan pula syarat apalagi manfaat. Pacaran adalah murni bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Bentuk pembangkangan kepada-Nya, dan ketidak percayaan bahwa jodoh datang tepat pada waktunya.

Pacaran tidak akan mendekatkan jodoh, tidak pula menjauhkannya. Tapi pacaran akan menjatuhkan kehormatan, dan mengurangi kepantasan untuk mendapatkan jodoh idaman. Pacaran tidak ada sangkut pautnya terhadap kelancaran pernikahan. Tidak menjadi jaminan, dan bukan sebuah tahapan. Pacaran sekali lagi adalah bentuk kemaksiatan. Jelas hukum pacaran adalah HARAM!

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ  ۖ  إِنَّهُ ۥ  كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra': Ayat 32)

Pacaran adalah mendekati zina. Suatu perbuatan yang keji, lagi jalan yang buruk. Demi Allah, Allah tidak ridhlo terhadap orang pacaran, apapun niat dan dalih yang ia perjuangkan. Pacaran tetaplah haram, apapun bentuknya. Tak peduli siapapun yang melakukannya, tidak akan merubah hukum pacaran menjadi halal.

Tapi, apakah mungkin saya bisa menikah tanpa pacaran sebelumnya?

Sekali lagi kita tekankan, pacaran bukanlah proses untuk menikah. Jadi sangatlah mungkin, dan bahkan memang suatu keharusan pernikahan itu diwujudkan tanpa campur tangan dari pacaran.
Allah tidak ridhlo, dan Rasulullah tidak pernah mengajarkannya. Islam tidak pernah mengenal yang namanya pacaran.

Coba renungkan sahabat...

Bukankah kita ingin pernikahan kita di ridhloi Allah subhanahu wa ta'ala? Bukankah kita ingin keberkahan selalu tercurah dalam setiap langkah bersama pasangan halal kita? Maka mulailah dengan cara yang diridhloi Allah, jangan mulai dengan keharaman! Jangan mulai dengan penodaan! Jangan mulai pernikahan dengan pacaran! Karena kita ingin diridhloi, bukan di murkai. Kita ingin kebahagiaan, bukan kehinaan. Maka jauhilah pacaran sahabat, buat Allah tersenyum bangga, dan Dia akan memberikan jodoh yang luar biasa atas kesabaran kita. Bersabarlah, akan tiba waktunya..

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Mungkinkah Menikah Tanpa Pacaran?

Ketika Takdir Berkata Lain, Dia Bukan Jodohku

Assalamu'alaikum

Sahabat, jodoh adalah rahasia Allah subhanahu wa ta'ala yang sudah ditetapkan dalam lembaran-lembaran takdir kehidupan. Kita tak mampu mengetahuinya, sampai waktu datang membisikkan jawabannya. Jodoh bersekutu dengan waktu, datang di saat yang tepat dengan cara yang paling indah, tergantung bagaimana usaha kita dalam menjemputnya.


Jodoh adalah misteri waktu, misteri sosok, misteri tempat, dan misteri-misteri lain yang akan terungkap oleh masa. Sampai saat itu tiba, kita tidak tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita, dan kapan kita berjumpa dengannya.

Mungkinkah dia yang kucintai?

Siapa jodohku? Apakah dia yang selama ini aku harapkan? Apakah dia yang selama ini aku semogakan? Belum tentu sahabat. Boleh jadi jodoh kita adalah seseorang yang bahkan sebelumnya belum kita kenal, yang tak terfikirkan sama sekali dalam pikiran. Itulah jodoh, Allah sudah menentukannya. Siapapun dia, itulah yang terbaik untuk kita, ataupun yang paling pantas dengan kita. Karena jodoh adalah cerminan diri. Kepantasan adalah poin penting untuk bersatunya dua hamba Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman:

الْخَبِيثٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثٰتِ  ۖ  وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبٰتِ  ۚ  أُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ  ۖ  لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
(QS. An-Nur: Ayat 26)

Bagaimana jika dia yang ku cintai bukanlah jodohku?

Cinta selalu ingin memiliki, tapi terkadang takdir berkata lain. Tapi ingatlah, ada Allah yang juga mencintaimu. Allah menyayangimu, dan Dia akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.

Renungkan firman Allah berikut:

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Allah Maha Mengetahui, mana yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka yakinlah sahabat, bahwa apapun yang Allah berikan itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita tak bisa bersatu dengan dia, itu berarti dia bukanlah yang terbaik untuk kita. Allah persiapkan, Allah akan datangkan pengganti yang akan mengisi cerita hidup kita jauh lebih baik dari dia yang sudah pergi, asalkan kita mau bersabar, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.

Jangan bersedih sahabat, buang kegalauanmu soal jodoh yang masih menjadi misteri. Yang terpenting, hari ini kita lakukan persiapan, kita pantaskan diri untuk menjemput jodoh yang baik. Pasti nanti ketika datang waktunya, siapapun dia, pertemuan itu akan menjadi catatan kebahagiaan yang akan selalu terkenang dalam nota hidup kita. Jodohku, siapapun kamu, aku menantimu dalam penantian ini. Memantaskan diri, itulah yang bisa ku lakukan saat ini.

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Ketika Takdir Berkata Lain, Dia Bukan Jodohku

Pastikan Pasangan Hidupmu Nanti Punya 2 Kriteria Ini!

Assalamu'alaikum

Sahabat fillah, mendapatkan pasangan hidup yang terbaik adalah harapan kita semua. Karena dia lah yang nantinya akan mendampingi kita, dalam perjalanan hidup ini. Susah senang akan kita rasakan bersamanya, naik turunnya kehidupan akan kita hadapi bersamanya. Oleh karenanya, kita berharap dan berusaha agar dia yang akan mendampingi kita adalah orang yang baik. 


Lalu, pertanyaannya? Kriteria apa saja yang harus dimiliki oleh pasangan kita agar kita nantinya tidak menyesal? Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sudah memberitahu kita sejak 14 abad yang lalu, pasangan seperti apa yang harus kita pilih. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadits di atas, jelas Rasulullah memberikan 2 kriteria dalam memilih pasangan, yaitu:

1. Baik agamanya

Ini adalah hubungan dia kepada Allah. Carilah orang yang baik agamanya, dalam hal ini dia bertaqwa kepada Allah, senantiasa teguh dalam mengamalkan sunnah Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam dan dia juga memiliki pemahaman agama yang baik. 

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

Orang seperti ini, akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang nantinya muncul di dalam rumah tangga. Juga, dia akan mampu membimbing atau menemanimu hingga ke surga Allah subhanahu wa ta'ala. Bukankah kita ingin bersamanya hingga ke Jannah? Maka pilihlah orang seperti ini.

2. Baik akhlaknya

Ini adalah poin yang kedua. Akhlak yang baik akan dapat memperlakukan kita dengan baik pula. 

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (H.R.Tirmidzi) 

Begitulah sahabat, pasangan idaman adalah yang mempunyai 2 kriteria tersebut. Sungguh kebahagiaan yang besar jika kita mempunyai pasangan seperti itu. Maka kembali lagi, pantaskan diri kita, dan sucikan niat untuk menikah dengan ridhlo Allah subhanahu wa ta'ala. 

Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum

Pastikan Pasangan Hidupmu Nanti Punya 2 Kriteria Ini!